Diskon Tahun Baru Bikin Kalap? Pakar Unair Kasih Tips Keuangan Aman!

Table of Contents

Wah, lagi musim diskon nih! Siapa yang gak kalap lihat harga-harga pada miring? Tapi, hati-hati ya, jangan sampai euforia diskon malah bikin dompet menjerit. Nah, ada pakar keuangan dari Unair yang punya tips jitu biar kita tetap aman dan sehat keuangannya meski lagi banyak godaan belanja. Yuk, kita simak!

Jangan Sampai Kalap Diskon, Ini Tips Aman dari Pakar Keuangan Unair!

Diskon Tahun Baru
image just illustration

Tiyas Septiana, seorang penulis dari Kontan.co.id, berhasil merangkum tips keren dari Prof. Tika Widiastuti, seorang Pakar Ekonom Syariah dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (Unair), yang bakal bantu kita menjaga keuangan tetap sehat di tengah banjir diskon. Jadi, siap-siap catat ya!

Kenali Dulu: Kebutuhan vs Keinginan

Pertama dan yang paling penting, kita harus bisa bedain mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan itu sesuatu yang emang kita perlu banget untuk bertahan hidup, contohnya makan, transportasi, dan tempat tinggal. Nah, kalo keinginan, itu lebih ke hal-hal yang kita inginkan, tapi sebenernya gak terlalu penting, misalnya baju baru tiap minggu atau gadget paling update.

Kata Prof. Tika, kebutuhan itu punya nilai manfaat yang jelas dan membawa berkah. Jadi, sebelum belanja, tanya dulu ke diri sendiri, “Ini beneran butuh atau cuma pengen?”

Dia juga ngasih tips nih, dalam Islam ada hierarki kebutuhan, yaitu:

  • Dharuriyah (Kebutuhan Pokok): Seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal. Ini yang paling utama, harus dipenuhi dulu.
  • Hajiyat (Penunjang): Hal-hal yang bikin hidup lebih nyaman, tapi gak esensial.
  • Tahsiniyat (Pelengkap): Hal-hal yang sifatnya mewah atau cuma buat gaya-gayaan.

Atur Keuangan dengan Formula Sederhana

Nah, setelah kita paham bedanya kebutuhan dan keinginan, sekarang saatnya atur keuangan! Prof. Tika punya formula yang simpel banget:

  1. Sedekah: Sisihkan 10% dari penghasilan untuk sedekah. Kata beliau, ini bisa membuka pintu rezeki yang lebih luas.
  2. Kebutuhan Pokok: Alokasikan 40% penghasilan untuk kebutuhan pokok, kayak makan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga.
  3. Bayar Utang/Cicilan: Gunakan 30% penghasilan untuk bayar utang produktif atau cicilan.
  4. Dana Darurat/Investasi: Sisa 20% bisa dialokasikan untuk dana darurat atau investasi. Dana darurat ini penting banget buat jaga-jaga kalau ada kondisi tak terduga.

Penting diingat: Jauhi gaya hidup yang boros, karena itu bisa menguras keuangan tanpa manfaat yang jelas.

Hati-hati dengan Tren dan FOMO

Di era digital ini, godaan belanja makin gencar. Banyak tren yang muncul, dan kadang bikin kita jadi FOMO (Fear of Missing Out). Nah, ini yang harus kita waspadai. Jangan sampai kita belanja cuma buat ikut-ikutan tren, tanpa mikirin dampaknya ke keuangan kita.

Prof. Tika menyarankan untuk membuat anggaran sebelum belanja. Memang diskon gede itu menggiurkan, tapi kita harus tahan diri biar gak beli barang yang sebenarnya gak kita butuhkan.

Kesimpulan: Jaga Keuangan, Nikmati Diskon dengan Aman

Intinya, kita boleh aja kok menikmati diskon, tapi jangan sampai lupa diri. Prioritaskan kebutuhan, atur keuangan sesuai porsi, dan tahan godaan gaya hidup yang berlebihan. Dengan begitu, kita bisa menjaga kesehatan finansial sekaligus menikmati momen belanja dengan aman.

“Kesehatan keuangan adalah investasi masa depan. Bijaklah dalam mengelola uang agar hidup lebih tenang dan berkah,” begitu pesan dari Prof. Tika Widiastuti.

Semoga tips ini bermanfaat ya! Jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu yang juga lagi bingung menghadapi diskon. Yuk, jaga keuangan kita dengan bijak! Sampai jumpa di artikel selanjutnya, dan jangan lupa untuk tinggalkan komentar atau pertanyaan jika ada.

Posting Komentar