"Geger! Ulama Jatim Bersatu Tolak Waterfront Surabaya, Prabowo Diminta Dengar"

Table of Contents

Wih, geger nih! Ulama dan tokoh Jawa Timur bersatu padu menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL). Bahkan, mereka sampai meminta Pak Prabowo turun tangan! Penasaran kan? Yuk, kita bedah beritanya!

Aksi Damai di Jembatan Suroboyo

Ulama dan Tokoh Jatim Tolak Waterfront Surabaya
image just illustration

Gak tanggung-tanggung, aliansi ulama dan tokoh Jawa Timur ini menggelar aksi protes langsung di Jembatan Suroboyo, salah satu ikon Kota Pahlawan. Aksi yang berlangsung pada Rabu, 8 Januari 2025 ini berjalan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka kompak menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampak negatif proyek reklamasi SWL.

Kenapa Mereka Menolak SWL?

Nah, ini dia poin pentingnya. Aliansi ini khawatir banget proyek SWL bakal merugikan nelayan dan lingkungan pesisir Kenjeran. Rahmat Mahmudi, perwakilan mereka, bilang kalau proyek ini punya dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. “Perlu dikaji ulang, mempertimbangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Ini dia beberapa poin yang jadi perhatian utama:

  • Hilangnya mata pencaharian nelayan
  • Kerusakan lingkungan
  • Minimnya transparansi dalam proses pembangunan

Mereka gak main-main, lho. Spanduk dan bendera bertuliskan penolakan SWL berkibar di sepanjang aksi. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan suara rakyat dan membatalkan proyek ini.

Proyek SWL Sudah Digadang Sejak 2024

Ternyata, proyek SWL ini sudah jadi omongan sejak tahun 2024. Proyek ini rencananya akan membuat pulau baru di pesisir timur Surabaya. PT. Granting Jaya, sebagai pemegang proyek, juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tapi, sampai sekarang belum ada titik temu yang pas.

Diagram Alur Proyek SWL (Ilustrasi)

mermaid graph LR A[Inisiasi Proyek SWL 2024] --> B(Sosialisasi PT. Granting Jaya); B --> C{Belum Ada Titik Temu}; C --> D[Aksi Protes Aliansi Ulama Jatim]; D --> E{Desakan Pembatalan Proyek};

Imbauan dan Harapan

Suara Rahmat Mahmudi ini mewakili keresahan ratusan warga yang hadir. Mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan dampak sosial dan lingkungan sebelum memutuskan proyek-proyek besar. Jangan sampai deh, proyek yang katanya untuk kemajuan malah merugikan masyarakat kecil.

Ini dia beberapa poin penting dari aksi ini:

  • Masyarakat peduli lingkungan dan kesejahteraan nelayan.
  • Proyek besar harus memperhatikan aspirasi masyarakat.
  • Pemerintah harus lebih transparan dalam proses pembangunan.
  • Mendesak pembatalan proyek SWL.

Gimana menurut kalian, guys? Apakah proyek ini memang perlu dikaji ulang? Yuk, berikan pendapat kalian di kolom komentar!

Jangan lupa, selalu pantengin berita terbaru dari kami ya. Kita akan terus memberikan informasi terkini dan terpercaya buat kalian. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar