Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup OCCRP, Beneran?

Table of Contents

Waduh, ada apa nih? Tiba-tiba nama Pak Jokowi masuk daftar pemimpin terkorup versi OCCRP! 😱 Beneran gak sih? Yuk, kita bedah beritanya biar gak salah paham.

Heboh Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorup OCCRP, Beneran? 🤔

Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup OCCRP, Beneran?
image just illustration

Geger nih, guys! Nama Presiden ke-7 RI, Jokowi, tiba-tiba muncul dalam daftar tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) tahun 2024. Wih, kok bisa? Nama beliau bersanding dengan tokoh-tokoh dunia lainnya, seperti mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Presiden Kenya William Ruto, dan lainnya. Hmm, bikin kaget ya!

Tanggapan Santai Jokowi dan Tantangan untuk KPK

Menanggapi hal ini, Pak Jokowi malah santai. Beliau minta dibuktikan dong korupsinya apa, jangan cuma fitnah. “He-he-he, ya terkorup, korup apa, yang dikorupsi apa, ya dibuktikan, apa?” kata beliau sambil tersenyum. Mantap ya, Pak!

Nah, Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia melihat ini sebagai tantangan buat KPK. Menurutnya, ini bisa jadi momentum bagi KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap mantan pemimpin negara. Tapi, kata Ray, Indonesia belum punya sejarah mengadili mantan kepala negara, jadi ini bakal sulit.

Rocky Gerung: Sejarah Memalukan Telah Tiba

Lain lagi pandangan Rocky Gerung. Menurut pengamat politik ini, masuknya nama Jokowi ke daftar itu adalah sejarah memalukan yang akhirnya tiba. Katanya, perjalanan politik Jokowi berakhir dengan catatan buruk di mata dunia. “Kita sekarang ada di dalam paket yang menunjukkan bahwa seluruh akibat dari perjalanan politik Presiden Jokowi berakhir dalam catatan buruk dunia,” ujar Rocky. Waduh, pedes juga ya!

Abraham Samad: KPK Jangan Diam!

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, juga ikut berkomentar. Menurutnya, KPK harus segera merespons isu ini. Kalau KPK diam saja, bisa-bisa masyarakat menilai kalau komisioner KPK yang baru adalah “orangnya Jokowi”. Wah, jadi pada was-was nih sama kredibilitas KPK.

Akademisi: Publikasi OCCRP Bisa Dianggap Fitnah

Nah, dari sisi akademisi, Albert Aries berpendapat publikasi OCCRP ini bisa dianggap fitnah dan penghinaan terhadap kedaulatan bangsa Indonesia. “Tuduhan korupsi tanpa dasar hukum dan tidak disertai bukti permulaan yang cukup, atau ‘Trial by NGO’ oleh OCCRP jelas bukan hanya ditujukan terhadap Jokowi, melainkan juga pemerintahan Indonesia,” tegas Albert.

OCCRP Dinilai Mencoreng Kredibilitas Sendiri

Pengamat politik, R. Haidar Alwi juga ikut bersuara. Kata dia, pembuktian kejahatan itu harus lewat pengadilan, bukan jajak pendapat. Haidar menegaskan kalau sampai saat ini belum ada putusan pengadilan yang memvonis Jokowi korupsi. Jadi, menurutnya, OCCRP sudah melakukan kesalahan besar. “Jika tidak, OCCRP yang berisi para jurnalis investigasi sama saja dengan mencoreng kredibilitasnya sendiri,” kata Haidar.

Ringkasan Pendapat

Pihak Opini
Jokowi Meminta bukti, tidak takut dengan fitnah
Ray Rangkuti (LMI) Tantangan untuk KPK melakukan pemeriksaan, tapi ada kendala sejarah
Rocky Gerung Sejarah memalukan telah tiba, perjalanan politik Jokowi berakhir buruk
Abraham Samad KPK harus merespons cepat, kalau tidak kredibilitas KPK jadi sorotan
Albert Aries (Akademisi) Publikasi OCCRP bisa dianggap fitnah dan penghinaan terhadap kedaulatan bangsa
R. Haidar Alwi OCCRP mencoreng kredibilitasnya sendiri karena tidak ada putusan pengadilan yang memvonis Jokowi korupsi

Gimana, guys? Jadi makin bingung ya? Intinya, ada perbedaan pendapat yang cukup signifikan mengenai masuknya nama Jokowi ke daftar tokoh terkorup versi OCCRP. Ada yang menganggapnya sebagai tantangan untuk KPK, ada yang menilai sebagai sejarah memalukan, dan ada juga yang menganggap sebagai fitnah.

Yuk, Beri Pendapatmu!

Gimana pendapatmu tentang berita ini? Apakah kamu setuju dengan hasil laporan OCCRP atau justru merasa ada yang janggal? Yuk, berbagi pendapatmu di kolom komentar. Jangan lupa, untuk selalu bijak dan kritis dalam menanggapi berita ya! Sampai jumpa di berita menarik lainnya! 😉

Posting Komentar