Mobil Listrik China: Ketergantungan Chip Asing Hampir Total!

Table of Contents

Woke up this morning and saw this news, and boy, it’s a wild ride! Jadi, ceritanya begini…

Mobil Listrik China: Gak Bisa Lepas dari Chip Impor?

Mobil Listrik China
image just illustration

Mobil listrik lagi naik daun banget, ya kan? Nah, di China, produksinya gila-gilaan sampai bikin permintaan chip otomotif melonjak drastis. Tapi, di balik gemerlapnya mobil-mobil listrik itu, ada cerita yang cukup menarik: ketergantungan mereka sama chip impor! Katanya sih, lebih dari 90% chip buat mobil listrik mereka itu masih datang dari luar negeri.

Ketergantungan yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dan Pusat Penelitian Pengembangan Dewan Negara sampai berkali-kali ngomong soal ini. Mereka bilang, tingkat swasembada chip otomotif di China itu kurang dari 10%. Ini parah banget, guys!

Wakil Direktur Institut Komponen dan Material di MIIT, Luo Daojun, bilang gini, “Saat ini, tingkat swasembada chip otomotif di Tiongkok kurang dari 10 persen.” Terus, Wakil Direktur di Pusat Penelitian Pengembangan, Wang Qing, malah bilang kalau ketergantungan mereka sama chip otomotif asing itu sampai 95%. Bayangin deh, hampir semuanya impor!

Jenis Chip Tingkat Swasembada
Chip Komputasi & Kontrol Kurang dari 1%
Chip Daya & Memori 8%

Gimana gak bikin pusing, ya kan? Apalagi, China lagi gencar-gencarnya jadi pemimpin pasar mobil listrik dunia. Ini ibaratnya kayak mau jadi jagoan tapi masih minjem pedang orang lain.

Target Ambisius di Tengah Tekanan

Pemerintah China sadar betul masalah ini. Mereka udah mendesak para produsen mobil buat dapetin 25% chip mereka dari dalam negeri di tahun 2025. Ini target yang lumayan berat, mengingat kondisi mereka saat ini.

Pertumbuhan produksi mobil listrik di China memang pesat banget. Sampai November 2024, mereka udah produksi 11,49 juta unit, naik 37,5% dari tahun sebelumnya. Gak heran kalau permintaan chip juga ikutan meroket. Bayangin aja, mobil listrik itu butuh chip lebih banyak daripada mobil konvensional. Mobil listrik butuh sekitar 1.600 chip, sementara mobil pintar bisa sampai 3.000 chip!

Siapa Saja Pemainnya?

Meskipun ada dorongan dari pemerintah, sektor otomotif China masih jauh dari mandiri soal semikonduktor. Pemain global seperti Infineon Technologies, NXP Semiconductors, STMicroelectronics, Texas Instruments, dan Renesas Electronics masih mendominasi pasar. Bahkan, di segmen chip canggih sekalipun, pemain asing masih unggul jauh.

Contohnya nih, dari Januari sampai September, chip Orin-X milik Nvidia dan chip FSD milik Tesla masing-masing menguasai 37,8% dan 26,7% pasar pengendali domain pengemudian cerdas di China. Qualcomm juga masih jadi andalan untuk chip dasbor di kokpit kendaraan.

Kesimpulan

Jadi, intinya, meskipun China udah jadi raja produksi mobil listrik, mereka masih ketergantungan banget sama chip impor. Ini jadi tantangan besar buat mereka untuk bisa benar-benar mandiri di sektor otomotif. Pemerintah udah kasih target, tapi jalan menuju swasembada semikonduktor masih panjang.

Gimana menurut kalian, guys? Apakah China bisa mencapai targetnya? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa juga untuk balik lagi kalau mau tau berita-berita menarik lainnya!

Posting Komentar