Geger! Macet 21 Jam di Maros-Makassar: Banjir Bikin Horor Pengendara!

Table of Contents

Macet Parah Banjir

Waduh, gawat banget nih! Jalan Poros Maros-Makassar di Sulawesi Selatan kemarin lumpuh total gara-gara banjir. Bayangin aja, macetnya sampai 21 jam! Nggak main-main, kan? Banyak pengendara yang terpaksa nginep di jalanan karena kejebak macet horor ini.

Kejadiannya mulai hari Selasa (11/2) malam sekitar jam 9 WITA. Jalan utama penghubung antar daerah ini langsung nggak bisa gerak sama sekali. Banjirnya parah banget sampai nutupin jalan. Nah, baru deh hari Rabu (12/2) sore sekitar jam 6 WITA, setelah airnya mulai surut, lalu lintas perlahan-lahan mulai normal lagi.

Bupati Maros, Pak Chaidir Syam, bilang sendiri kalau kendaraan cuma bisa lewat pelan-pelan banget karena memang kondisinya masih belum sepenuhnya aman. Polisi juga sempat kewalahan ngatur macet ini. Kata Pak Ipda A. Marwan P. Afriadi dari Polres Maros, jalur alternatif pun ikut kebanjiran, jadi makin susah deh.

Pengendara Terpaksa ‘Camping’ di Jalan

Pengendara Camping Jalan

Yang paling kasihan ya pengendara yang dari arah Maros mau ke Makassar. Mereka kejebak macet berjam-jam lamanya. Bahkan ada yang sampai harus nginep di jalan! Bayangin deh, lagi capek-capek di jalan, eh malah nggak bisa pulang.

Salah satu warga, namanya Taufik Hasyim, cerita ke detikSulsel kalau dia kejebak macet dari jam 11 malam hari Selasa. Penyebabnya ya banjir di sekitar kantor bupati Maros itu. Mobil-mobil nggak bisa lewat karena jalanan masih ketutup air. Banyak juga yang milih minggir dulu nunggu air surut daripada nekat nerobos banjir.

Selama macet itu, Taufik sama istrinya yang naik travel terpaksa ngungsi di musala kantor Dinas Pertanian Maros yang ada di pinggir jalan. Di sana ternyata banyak juga penumpang lain yang ikut neduh, mandi, sampai numpang ngecas HP. Kayak lagi camping dadakan gitu deh di pinggir jalan.

Ternyata ada juga pengendara lain yang udah kejebak macet dari jam 9 malam sebelumnya! Wah, lebih parah lagi. Beberapa penumpang yang udah nggak tahan nginep di jalan akhirnya nekat nerobos banjir naik ojek atau pakai ban pelampung punya tim SAR. Kenapa? Ternyata mereka ngejar jadwal pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Panik banget pasti ya, takut ketinggalan pesawat.

Taufik juga cerita ada penumpang di mobil travelnya yang akhirnya pasrah tiket pesawatnya hangus. Sedih banget nggak sih, udah kejebak macet, tiket pesawat melayang pula.

Kisah dari Musala Tepi Jalan

Musala kantor Dinas Pertanian Maros itu jadi saksi bisu drama kemacetan ini. Bayangin aja, musala yang biasanya buat ibadah, mendadak jadi tempat pengungsian sementara. Orang-orang dari berbagai daerah, dengan tujuan yang berbeda-beda, berkumpul di sana karena nasib yang sama: kejebak macet banjir.

Suasana di musala pasti campur aduk ya. Ada yang panik karena urusan pentingnya jadi terhambat, ada yang berusaha tetap tenang sambil menunggu kabar baik, ada juga yang mungkin sudah mulai pasrah dan menerima keadaan. Yang jelas, kejadian ini pasti jadi pengalaman yang nggak bakal mereka lupakan seumur hidup.

Tiket Pesawat? Hangus Sudah!

Tiket Pesawat Hangus

Nah, ini nih yang lebih bikin nyesek. Akses ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga ikut kena imbas banjir Maros. Nggak sedikit calon penumpang pesawat yang terpaksa gigit jari karena tiketnya hangus gara-gara telat sampai bandara.

Salah satunya ada Bapak Rudi. Beliau cerita ke wartawan di lokasi banjir kalau tiket pesawatnya hangus. Pak Rudi ini datang dari Enrekang dan mau terbang ke Balikpapan jam 6 pagi. Tapi pas sampai di depan Pantai Tak Berombak (PTB) Maros jam 2 subuh, eh malah kejebak macet parah.

“Jam 6 pagi jadwalnya dengan tujuan ke Balikpapan. Tidak saya tahu kalau putus jalur, saya datang tadi dari jam 2 subuh,” kata Pak Rudi dengan nada kecewa. Bayangin deh, udah bangun subuh-subuh, jauh-jauh dari Enrekang, eh malah nggak bisa terbang karena macet.

Meskipun tiketnya udah hangus, Pak Rudi tetap bertekad mau ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Katanya sih mau ngurus masalah keterlambatannya itu. Siapa tahu masih ada solusi ya, Pak Rudi. Semoga urusannya di bandara lancar!

Perjuangan Calon Penumpang

Kisah Pak Rudi ini cuma satu dari sekian banyak cerita pilu calon penumpang pesawat yang jadi korban macet banjir Maros. Pasti banyak banget yang mengalami nasib serupa. Ada yang mungkin ketinggalan meeting penting, ada yang gagal ketemu keluarga, atau bahkan ada yang impian liburannya harus kandas.

Kejadian ini benar-benar jadi pelajaran berharga buat kita semua. Bahwa bencana alam bisa datang kapan saja dan mengacaukan semua rencana kita. Penting banget untuk selalu siap siaga dan punya rencana cadangan kalau-kalau terjadi hal-hal yang nggak terduga.

Pilih Jalur Laut Demi Sampai Makassar

Perahu ke Makassar

Saking parahnya macet darat, ada juga warga yang akhirnya putar otak cari jalan lain. Salah satunya ya lewat laut! Kisah ini dialami sama keluarga dari warga Maros bernama Azizah.

Keluarganya ini awalnya mau ke Dermaga Paotere Makassar untuk lanjut ke Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan hari Rabu pagi. Mereka mau menghadiri acara keluarga di sana. Tapi karena tahu jalan darat macet total di Maros, mereka langsung ambil keputusan nekat: lewat laut!

“Mereka mau ke Kalimantan hadiri acara di Kalimantan di Tanah Bumbu. Tetapi kan banjir baru macet di Maros, jadi mereka melalui jalur laut dari dermaga Sabang ke Pelabuhan Paotere Makassar,” jelas Azizah ke wartawan. Wah, ide yang cukup ekstrem tapi cerdas juga ya!

Keluarga Azizah ini nggak main-main, mereka pakai 2 unit kapal sendiri menuju Pelabuhan Paotere. Setelah sampai Paotere, mereka lanjut lagi ke Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar untuk naik kapal ke Kalimantan Selatan. Azizah bilang, ini pertama kalinya keluarga mereka lewat jalur laut, biasanya selalu pakai jalur darat kalau ke Makassar.

“Tadi itu tiket lautnya sekitar jam 1 siang. Yang berangkat itu 40 orang sekeluarga ke Kalimantan,” ungkap Azizah. Gokil! 40 orang sekeluarga kompak naik kapal demi menghindari macet. Ini baru namanya perjuangan!

Kreativitas di Tengah Bencana

Kisah keluarga Azizah ini menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit seperti bencana banjir dan macet parah, manusia itu memang kreatif banget ya. Selalu ada cara untuk mencari solusi, meskipun kadang solusinya nggak biasa dan di luar dugaan.

Yang penting itu tetap tenang, berpikir jernih, dan jangan mudah menyerah. Siapa tahu, ide-ide kreatif justru muncul saat kita lagi terdesak. Seperti keluarga Azizah ini, yang nggak nyangka sebelumnya bakal naik kapal ke Makassar, eh ternyata malah jadi solusi terbaik saat itu.

Timeline Kejadian Macet Maros-Makassar:

Waktu Kejadian Peristiwa
Selasa, 11 Februari, 21:00 WITA Jalan Poros Maros-Makassar lumpuh total akibat banjir
Rabu, 12 Februari, dini hari Banyak pengendara terjebak macet, mulai menginap di jalan
Rabu, 12 Februari, pagi Calon penumpang pesawat panik, tiket hangus
Rabu, 12 Februari, siang Warga mulai cari jalur alternatif, termasuk jalur laut
Rabu, 12 Februari, 18:00 WITA Banjir mulai surut, lalu lintas perlahan normal kembali

Gimana menurut kamu soal kejadian macet parah di Maros-Makassar ini? Pernah punya pengalaman macet yang lebih parah dari ini? Yuk, cerita di kolom komentar!

Posting Komentar