Rahasia Terungkap: Kenapa Tren Kecantikan Korea Kini Ramah untuk Semua Warna Kulit?

Table of Contents

Rahasia Terungkap: Kenapa Tren Kecantikan Korea Kini Ramah untuk Semua Warna Kulit

Dulu, produk kecantikan Korea tuh terkenal banget bikin kulit putih dan cerah. Tapi, pernah gak sih kamu mikir, gimana nasibnya yang punya kulit sawo matang atau gelap? Nah, ternyata sekarang ceritanya udah beda, lho! Industri kosmetik Korea lagi berusaha banget buat lebih inklusif dan beragam. Dulu mungkin susah banget cari foundation atau blush Korea yang cocok buat kulit gelap, tapi sekarang keadaannya udah mulai berubah, nih.

Kisah dari Balik Layar: Influencer Media Sosial Mengubah Permainan

Semua perubahan ini gak lepas dari peran para influencer media sosial, terutama mereka yang ada di Kanada dan Afrika. Mereka ini berani banget menyuarakan pengalaman mereka yang seringkali kesulitan cari produk Korea yang pas buat warna kulit mereka. Salah satunya adalah Miss Darcei, seorang content creator kecantikan yang berbasis di Toronto, Kanada.

Darcei ini pernah cerita pengalaman pahitnya saat datang ke sebuah acara. Waktu itu, semua tamu dapat goodie bag berisi sembilan foundation Korea. Tapi, tebak apa? Dia satu-satunya yang gak kebagian karena shade yang tersedia gak ada yang cocok buat kulitnya. Frustrasi banget pasti ya!

Darcei gak nyerah gitu aja. Dia tetep mencoba foundation yang ada di goodie bag itu. Tapi, ternyata shade paling gelap pun masih terlalu terang di kulitnya. Akhirnya, Darcei bikin video ulasan di TikTok tentang pengalamannya ini. Dia bilang, produk Korea emang bagus banget formulasinya, tapi pilihan warnanya seringkali kurang beragam, terutama buat kulit yang lebih gelap.

Video Darcei ini viral banget! Bayangin aja, sampai ditonton lebih dari 25 juta kali! Dari situ, obrolan tentang pentingnya keragaman warna dan inklusivitas di industri kosmetik jadi makin kencang. Darcei, dengan jutaan pengikut di TikTok, YouTube, dan Instagram, berhasil banget memicu perubahan besar di industri ini. Unggahan-unggahan dia dan influencer lain ternyata punya kekuatan yang luar biasa!

Mencari Warna yang Tepat: Respon Cepat dari Industri

Ternyata, suara-suara dari para influencer ini didengar oleh industri kosmetik Korea. Salah satu merek yang langsung gercep kasih respon adalah TirTir. Perusahaan kosmetik ini langsung meluncurkan 15 shade baru untuk foundation mereka, khusus buat kulit gelap! Ini gebrakan besar banget, lho.

Darcei sendiri sampai kaget dan senang banget waktu nyobain foundation TirTir yang shade barunya. Dia bilang, ini pertama kalinya dia nemuin foundation yang bener-bener pas sama warna kulitnya. Bahkan, produk dari Amerika pun kadang gak ada yang cocok. Pengakuan ini penting banget buat Darcei dan komunitasnya. Dia bilang, orang-orang belum pernah ngeliat hal kayak gini sebelumnya dari merek Korea.

Gak cuma itu, Darcei juga cerita kalau keluhan soal shade yang kurang beragam ini ternyata dapat perhatian besar. Akhirnya, perusahaan kosmetik Korea jadi lebih berani buat memperluas pilihan warna, bahkan buat kulit yang lebih gelap dari Darcei. Semua perubahan ini terjadi dengan cepat banget. Darcei merasa senang dan terharu karena akhirnya suara orang-orang seperti dia didengar dan diperhatikan.

Kesuksesan TirTir dengan 15 shade barunya ini ternyata berdampak besar pada penjualan mereka secara global. Penjualan online mereka naik drastis sampai 3.096% sejak peluncuran foundation untuk kulit gelap di tahun 2023! Total penjualan TirTir di seluruh dunia di tahun 2024 bahkan mencapai sekitar US$207,4 juta atau setara dengan Rp3,4 triliun. Angka yang fantastis, ya!

Gak berhenti di foundation, TirTir juga berencana buat memperluas pilihan warna lipstick mereka. Lyla Kim, Manajer Pemasaran Global TirTir, bilang mereka akan segera meluncurkan 30 shade baru untuk lipstick. Tujuannya biar bisa memenuhi kebutuhan berbagai macam warna bibir yang sangat beragam, tergantung warna kulit dan ras. Wah, makin keren aja nih TirTir!

Popularitas di Afrika: Tren Inklusif Mendunia

Permintaan akan produk kosmetik yang inklusif ternyata gak cuma datang dari Amerika Utara aja. Tren ini juga nyebar ke negara-negara di Afrika, seperti Kenya dan Nigeria. Di sana, produk kecantikan Korea populer banget berkat pengaruh K-pop, drama Korea, dan film Korea. Media sosial juga punya peran penting dalam menyuarakan permintaan akan pilihan warna yang lebih inklusif.

Para content creator kecantikan di Afrika juga aktif banget mempromosikan merek-merek yang udah mulai peduli sama keberagaman. Feirus Abdinoor Abdullah, manajer toko kosmetik Glow Secret di Nairobi, Kenya, baru-baru ini bahkan memesan foundation baru dari Korea Selatan dengan pilihan 10 sampai 15 shade gelap tambahan. Tujuannya biar lebih banyak konsumen bisa nemuin produk yang pas buat mereka.

Abdullah bilang, foundation Korea emang salah satu produk yang paling laris di tokonya. Inklusivitas ini punya peran besar dalam kepercayaan konsumen. Pelanggan sangat menghargai shade baru yang dirancang khusus untuk warna kulit yang lebih gelap.

Di Lagos, Nigeria, content creator kecantikan Ojo Oluwaseunayo juga ngerasain sendiri dampak positif dari perluasan pilihan warna ini. Dia bilang, ini membuatnya merasa dilihat dan didengar. Akhirnya, ada pilihan warna yang memenuhi kebutuhan warna kulit yang lebih gelap. Ojo bahkan pengen banget kerja sama dengan lebih banyak merek make-up Korea di masa depan.

Ojo juga bikin video ulasan di TikTok tentang shade gelap baru dari Korea. Videonya juga viral dan dapat banyak perhatian. Banyak orang yang senang karena foundation ini akhirnya tersedia di Nigeria. Bahkan, banyak yang minta Ojo buat ngasih pengumuman kalau ada shade gelap baru lainnya yang akan diulas. Permintaan yang terus meningkat akan pilihan warna yang lebih gelap ini emang mendorong perubahan signifikan di industri kosmetik Korea.

Perbedaan Budaya: Tantangan dan Solusi

Industri kosmetik Korea emang lagi berusaha keras buat lebih inklusif, tapi tantangan pasti ada. Salah satunya adalah perbedaan budaya dalam preferensi kecantikan. Orang Korea biasanya lebih suka kulit yang cerah. Banyak konsumen di Asia Timur yang milih shade foundation dua tingkat lebih terang dari warna kulit asli mereka.

Tapi, konsumen dengan kulit lebih gelap punya preferensi yang beda. Won Jung Choi, Kepala Studio Pengalaman Warna di Kolmar Korea, bilang penelitian mereka menunjukkan kalau konsumen kulit hitam cenderung mencocokkan warna wajah mereka dengan warna leher. Prioritas mereka adalah coverage alami dan mulus yang melengkapi warna kulit mereka.

Kolmar, perusahaan yang bikin produk kosmetik untuk banyak merek di Korea Selatan, melakukan penelitian dengan kelompok fokus dari berbagai wilayah, termasuk Afrika dan Amerika. Mereka berusaha memahami perbedaan preferensi warna kulit dan mengembangkan shade yang lebih beragam. Melalui pencocokan shade untuk beragam warna kulit, Kolmar mengembangkan rangkaian pilihan yang lebih luas dan memenuhi kebutuhan warna kulit yang lebih gelap.

Choi juga mengakui kalau mengembangkan shade untuk kulit gelap itu gak gampang. Prosesnya kompleks banget karena variasi pigmentasi dan warna dasar kulit. Misalnya, titanium dioksida, bahan umum dalam foundation Korea, malah bisa bikin hasil akhir yang kusam atau abu-abu di kulit gelap. Tapi, Kolmar terus berinovasi dan mencari solusi buat masalah ini.

Kolmar mengumpulkan data dari penelitian kelompok fokus, ulasan konsumen, dan masukan dari influencer di seluruh dunia. Seperti kasus Miss Darcei, mereka mendengarkan suara-suara ini untuk menciptakan shade yang cocok buat semua orang.

Pertumbuhan Industri Kosmetik di Afrika: Peluang Besar

Pertumbuhan produk foundation Korea dengan pilihan warna yang beragam diperkirakan bakal signifikan banget. Soalnya, konsumsi produk kecantikan lagi naik pesat di pasar negara berkembang, terutama di Afrika. Menurut analis data pasar Statista, pendapatan pasar Kecantikan & Perawatan Pribadi di Afrika diperkirakan akan tumbuh dari US$66,19 miliar di tahun 2024 jadi US$85,17 miliar di tahun 2027! Potensi pasar yang luar biasa besar!

Gloria Achieng, seorang jurnalis di Nairobi, Kenya, adalah salah satu konsumen setia produk perawatan kulit Korea. Dia tertarik sama K-beauty setelah nonton drama Korea dan K-pop. Seperti banyak orang di Kenya, Achieng kagum sama kulit glowing para idola dan aktor Korea. Selain itu, produk kecantikan Korea juga terjangkau dan efektif buat kulitnya.

Achieng bilang, toko-toko yang jual produk Korea gampang banget ditemuin di Nairobi. Kosmetik Korea jadi jauh lebih mudah diakses. Tapi, harga produk Korea di Kenya masih bervariasi antar penjual. Achieng sering harus bandingin harga buat nemuin penawaran terbaik karena belum ada sistem harga standar. Dia berharap ke depannya ada harga yang ditetapkan biar lebih mudah.

Tapi, terlepas dari masalah harga, kombinasi antara kualitas, harga yang wajar, dan pengaruh budaya terus mendorong popularitas kosmetik Korea di Kenya. Seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen global, influencer, dan retailer untuk pengakuan yang lebih besar terhadap beragam warna kulit, industri kecantikan Korea emang lagi berubah. Permintaan akan shade yang memenuhi kebutuhan warna kulit yang lebih gelap gak cuma mengubah industri kosmetik di Korea, tapi juga menetapkan standar baru untuk inklusivitas dan representasi di industri kecantikan di seluruh dunia.

Gimana menurut kamu? Keren ya perubahan di industri kecantikan Korea ini! Yuk, kasih pendapatmu di kolom komentar!

Posting Komentar