No Other Land: Dokumenter Palestina yang Sabet Oscar, Nonton Yuk!

Table of Contents

Film dokumenter No Other Land baru aja bikin bangga dunia perfilman! Gimana enggak? Film ini sukses meraih penghargaan Best Documentary Feature Film di Piala Oscar 2025! Keren banget, kan? Film ini bukan film biasa lho, karena mengangkat kisah yang sangat penting dan menyentuh tentang kehidupan di bawah pendudukan militer Israel di Tepi Barat.

Sinopsis Film: Mengungkap Realita Pendudukan

No Other Land: Dokumenter Palestina Peraih Oscar yang Wajib Kamu Tonton!

No Other Land ini memberikan kita pandangan yang jujur dan tanpa tedeng aling-aling soal kehidupan warga Palestina di bawah pendudukan militer Israel. Kita diajak melihat dunia dari mata Basel Adra, seorang jurnalis, pengacara, dan aktivis Palestina yang udah mendokumentasikan pengusiran dan penghancuran komunitasnya di desa Masafer Yatta, Tepi Barat Selatan, sejak kecil.

Bayangin deh, masa kecil Adra itu dipenuhi sama kenangan tentara Israel yang sering masuk rumahnya. Dia ngeliat sendiri ayahnya, Nasser, seorang aktivis Palestina, ditangkap. Dia juga menyaksikan langsung pendudukan militer Israel dan kekerasan dari para pemukim yang terus terjadi. Ngeri banget, ya?

Nah, dari situ, Adra memutuskan untuk mengambil kamera dan merekam semua yang dia lihat. Dia tanpa lelah mendokumentasikan realita yang dia alami: penggusuran paksa yang selalu mengancam, buldoser yang meratakan rumah-rumah, dan kekerasan yang pasti terjadi setelahnya.

Penting banget nih dicatat, film No Other Land ini mengambil latar waktu jauh sebelum 7 Oktober 2023. Jadi, film ini udah merekam realitas pahit ini bahkan sebelum perhatian dunia tertuju pada konflik yang lebih luas saat ini. Ini nunjukkin bahwa masalah pendudukan ini udah lama banget terjadi dan terus berdampak pada kehidupan warga Palestina.

Di tengah perjuangan Adra buat mempertahankan komunitas desanya, dia ketemu dan menjalin persahabatan yang nggak terduga dengan Yuval Abraham, seorang jurnalis Israel. Abraham ini ikut membantu Adra dalam perlawanannya.

Memang, hubungan mereka ini nggak lahir dari kesetaraan. Adra hidup di bawah pendudukan, penindasan, dan kekerasan terus-menerus, sementara Abraham punya kebebasan bergerak yang lebih luas. Tapi, justru di situlah kekuatan film ini. Hubungan yang tumbuh di antara mereka berdua nunjukkin adanya kepedulian yang mendalam, rasa kemanusiaan, dan yang paling penting, gimana solidaritas bisa ngeruntuhin tembok penghalang, bahkan di tengah situasi pendudukan yang berat.

Film No Other Land ini dibuat di bawah tekanan ekstrem dan kesulitan produksi yang nggak bisa dibayangin. Film ini adalah hasil kerja kolektif aktivis Palestina-Israel yang terdiri dari Adra, Abraham, Rachel Szor, dan Hamdan Ballal.

[![](https://img.youtube.com/vi/7AS6v3hC86Q/0.jpg)](https://www.youtube.com/watch?v=7AS6v3hC86Q)

Cuplikan trailer film No Other Land

Penghargaan Bergengsi Lainnya

Oscar bukan satu-satunya ajang yang ngasih apresiasi buat No Other Land. Film dokumenter ini udah ngumpulin banyak banget piala penghargaan dari berbagai ajang dan festival film internasional bergengsi lainnya.

Beberapa di antaranya:

  • Panorama Audience Award for Best Documentary Film di Berlin International Film Festival 2024.
  • Berlinale Documentary Film Award di Berlin International Film Festival 2024.
  • Busan Cinephile Award di Busan International Film Festival (BIFF) 2024.
  • European Documentary di European Film Awards 2024.

Wah, banyak banget ya! Ini bukti bahwa No Other Land emang film yang berkualitas dan punya pesan yang kuat, sampai diakui di berbagai festival film besar dunia.

Pidato Kemenangan yang Menyentuh Hati

Dalam pidato kemenangannya di Oscar, Basel Adra, sang sutradara No Other Land, menyampaikan suara lantang tentang kenyataan pahit yang dialami warga Palestina. Dia bilang, “No Other Land mencerminkan kenyataan pahit yang telah kami alami selama puluhan tahun dan masih terus berlanjut saat kami berseru ke dunia supaya menghentikan ketidakadilan dan pembersihan etnis di Palestina.” Kata-kata Adra ini bener-bener ngena banget dan bikin kita mikir.

Yuval Abraham, jurnalis investigasi Israel yang juga jadi sutradara film ini, juga ikut bicara dalam pidato kemenangan itu. Dia menyerukan pentingnya semua negara bersatu buat menghentikan kehancuran di Gaza. Abraham juga nyindir pemerintah AS yang dianggap masih belum bertindak nyata buat menghentikan serangan Israel. “Kebijakan luar negeri di negara ini membantu menghalangi jalan [kebebasan] ini. Mengapa? Tak bisakah Anda melihat bahwa kita saling terkait? Ada cara lain. Belum terlambat untuk mereka yang masih hidup,” ujar Abraham. Pidato Abraham ini juga jadi sorotan karena keberaniannya mengkritik kebijakan negaranya sendiri di ajang sebesar Oscar.

Pidato mereka berdua ini nggak cuma jadi momen kemenangan buat film No Other Land, tapi juga jadi platform penting buat menyuarakan isu Palestina di panggung dunia. Pesan yang mereka sampaikan jelas banget: dunia harus peduli dan bertindak untuk menghentikan ketidakadilan yang terjadi di Palestina.

Kapan Bisa Nonton di Indonesia?

Sayangnya, sampai sekarang, No Other Land belum bisa ditonton secara digital di layanan streaming legal manapun di Indonesia. Tapi, dengan penghargaan Oscar yang udah diraih, semoga aja film ini bisa segera tayang di platform streaming atau bioskop di Indonesia, biar kita semua bisa nonton dan belajar lebih banyak tentang isu penting ini.

Sambil nunggu filmnya tayang, kita bisa cari tahu lebih banyak tentang konflik Israel-Palestina dan isu pendudukan ini dari berbagai sumber berita yang kredibel. Pengetahuan kita tentang isu-isu global kayak gini penting banget, biar kita bisa lebih peduli dan mungkin bisa ikut berkontribusi buat perubahan yang lebih baik.

Film No Other Land ini bukan cuma sekadar film dokumenter biasa. Film ini adalah jendela buat kita ngelihat realita yang seringkali diabaikan. Film ini adalah panggilan buat kita buat lebih peduli, lebih bersolidaritas, dan lebih berani menyuarakan keadilan.

Gimana menurut kamu tentang film No Other Land ini? Tertarik buat nonton kalau udah tayang nanti? Atau mungkin kamu punya pendapat lain tentang isu Palestina ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar