Nyesek! Beli Minyakita & Beras Kemasan, Warga RI Malah Kena Tipu Isi?

Table of Contents

Nyesek! Beli Minyakita & Beras Kemasan, Warga RI Malah Kena Tipu Isi?

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar buruk buat kita semua! Ombudsman Republik Indonesia (ORI) baru-baru ini mengungkapkan temuan yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, banyak produk Minyakita yang kita beli di pasaran itu isinya nggak sesuai dengan yang seharusnya. Padahal kan, Minyakita ini minyak goreng kemasan sederhana yang harganya sudah diatur pemerintah supaya terjangkau. Kok ya masih ada aja yang nakal?

Uji Petik Ombudsman: Banyak Minyakita Volumenya Kurang!

Ombudsman nggak tinggal diam nih melihat laporan-laporan soal Minyakita yang isinya kurang. Mereka langsung gercep melakukan uji petik alias pengujian ukuran volume di 6 provinsi sekaligus! Dari tanggal 16 sampai 18 Maret 2024, tim Ombudsman turun langsung ke Jakarta, Bengkulu, Sumatera Barat, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Banten. Tujuan utama mereka jelas, mau ngecek tiga hal penting: volume, harga, dan label produk Minyakita ini beneran sesuai aturan atau nggak.

Hasilnya? Bikin miris! Dari 63 sampel Minyakita yang diuji, 24 sampel terbukti volumenya kurang dari standar! Bayangin aja, hampir separuh dari sampel yang diuji itu curang. Parahnya lagi, ada 5 pelaku usaha yang kebangetan banget ngurangin isinya, mulai dari 30 mililiter (ml) sampai 270 ml. Yeka Hendra Fatika, Anggota Ombudsman RI, sampai geleng-geleng kepala waktu menyampaikan temuan ini di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat minggu lalu. Info ini dikutip hari Minggu (23/3/2025).

Nama-nama pelaku usaha nakal ini udah dikantongi sama Ombudsman dan langsung diserahkan ke Kemendag buat ditindaklanjuti. Kita tunggu aja nih, sanksi apa yang bakal dikasih ke mereka. Yang jelas, kata Pak Yeka, urusan sanksi ini udah jadi ranahnya Kemendag. Semoga aja sanksinya beneran bikin jera, biar nggak ada lagi yang berani main curang kayak gini.

Harga Minyakita Juga Ikutan Naik, Rantai Distribusi Diduga Bermasalah

Nggak cuma soal volume yang dikurangin, Ombudsman juga nemuin masalah lain soal Minyakita ini. Harganya ternyata juga banyak yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Padahal kan HET itu udah harga maksimal yang boleh dijual ke konsumen. Tapi kenyataannya, di beberapa daerah, harga Minyakita bisa nyampe Rp19.000 per liter! Gile bener!

Ombudsman menduga kuat, salah satu penyebab harga Minyakita melambung tinggi ini adalah rantai distribusi yang nggak beres. Seharusnya, minyak ini dari produsen langsung ke distributor tingkat 1 (D1), distributor tingkat 2 (D2), terus ke pengecer, baru deh ke konsumen. Tapi kok harganya bisa naik gini? Pasti ada yang nggak beres di tengah jalan. Diduga ada tambahan distributor ilegal, entah itu D3 atau D4 yang nggak terdaftar, yang ikut nimbrung dan bikin harga jadi mahal.

Seorang staff Kementerian Perdagangan memeriksa produk Minyakita

Seorang staff Kementerian Perdagangan memeriksa produk Minyakita dari PT AEGA terbukti kurang dari 1 liter, yakni hanya terisi 800,2 ml pada Kamis (13/3/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Nggak Cuma Minyakita, Beras Kemasan Juga Jadi Korban “Sunat” Isi!

Ternyata, masalah penipuan isi kemasan ini nggak cuma terjadi di Minyakita aja. Kementerian Perdagangan juga lagi sibuk ngurusin kasus pengurangan isi beras dalam kemasan. Parahnya, tahun ini aja udah ada sembilan pengusaha ketahuan “menyunat” isi beras! Mereka langsung dikasih sanksi administratif berupa teguran tertulis. Teguran tertulis doang? Kayaknya kurang nampol ya?

Moga Simatupang, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, menegaskan bahwa pihaknya udah menindak tegas sembilan pengusaha nakal ini. Katanya sih, sejak ada Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah lebih mengedepankan sanksi administratif. Alasannya biar nggak ganggu iklim usaha, apalagi kasus kayak gini masih dianggap risiko rendah. Tapi ya tetep aja, konsumen yang dirugikan.

Kesembilan pengusaha yang kena sanksi ini lokasinya tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jakarta Selatan, Jawa Timur, Bangka Tengah, Pangkalpinang, Lumajang, Mojokerto, Sumbawa, sampai Kediri. Wah, nyebar banget ya! Ini berarti praktik curang kayak gini udah jadi masalah serius dan terjadi di mana-mana.

Praktik Curang Sudah Lama Terjadi, Masyarakat Resah!

Pak Moga juga nggak menampik kalau praktik pengurangan takaran ini bukan barang baru. Kemendag mencatat, sejak tahun 2023, udah puluhan produk beras kemasan yang ketahuan nggak sesuai ketentuan. Di tahun 2023, ada 29 produk bermasalah. Tahun 2024 naik jadi 36 produk. Dan di tahun 2025 ini, baru beberapa bulan berjalan aja udah ada 21 produk yang bermasalah! Grafiknya makin naik aja nih!

Fenomena ini jelas bikin masyarakat resah. Apalagi setelah viral video di media sosial yang nunjukkin beras kemasan 5 kg ternyata cuma berisi 4,7 kg pas ditimbang ulang. Kurang 300 gram! Lumayan banget kan kalau dikaliin sama jumlah keluarga di Indonesia yang beli beras kemasan. Praktek curang kayak gini jelas merugikan konsumen dan bikin kepercayaan masyarakat ke pedagang jadi berkurang.

Kemendag Gandeng Bulog, Pelaku Usaha “Nakal” Bakal Ditindak Lebih Tegas

Untuk mengatasi masalah ini, Kemendag nggak mau main-main. Mereka bekerja sama dengan Perum Bulog buat memanggil langsung para pelaku usaha yang diduga curang. Tujuannya buat apa lagi kalau bukan buat dikasih edukasi soal pengemasan yang benar. Iya sih, edukasi itu penting, tapi apa cukup?

Katanya, udah ada 74 pengusaha beras dan 274 pengusaha Minyakita yang hadir dalam acara edukasi ini. Semoga aja setelah dikasih pengarahan, mereka jadi sadar dan nggak ngulangin perbuatannya lagi. Tapi kalau masih ada yang bandel?

Nah, kalau setelah edukasi ini masih ada pengusaha yang ketahuan curang, Kemendag nggak bakal tinggal diam. Sanksinya nggak cuma teguran lagi, tapi bisa lebih berat! Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021, sanksinya bisa berupa penghentian sementara usaha, penutupan gudang, denda yang lumayan gede, sampai pencabutan izin usaha! Nah, kalau udah gini, baru deh mikir dua kali ya buat curang.

Video: Takaran Minyakita Dicurangi, Siapa Tanggung Jawab?

(Catatan: Karena artikel tidak memberikan link video YouTube spesifik, saya menyertakan placeholder embed video. Jika ada link YouTube relevan, ganti “YOUR_YOUTUBE_VIDEO_ID_HERE” dengan ID video tersebut.)

Gimana menurut kalian soal temuan Ombudsman dan Kemendag ini? Sedih ya, di tengah kondisi ekonomi yang lagi susah kayak gini, masih aja ada oknum yang tega nipu konsumen demi keuntungan pribadi. Yuk, kasih pendapat kalian di kolom komentar! Pernah nggak kalian ngalamin kejadian serupa waktu beli Minyakita atau beras kemasan? Share pengalaman kalian ya!

Posting Komentar