Denny Wirawan Ungkap Kenangan Manis dengan Titiek Puspa: 'Eyang Nggak Pernah Bikin Kesal!'

Table of Contents

Kepergian Titiek Puspa pada Kamis, 10 April 2025, meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Sosok legenda panggung hiburan Tanah Air ini menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun. Salah satu yang merasakan kehilangan besar adalah desainer ternama, Denny Wirawan. Baginya, Eyang Titiek, sapaan akrab Titiek Puspa, bukan hanya sekadar klien, tapi juga sosok yang sangat berarti dalam perjalanan karirnya.

Kehilangan Sosok Legenda

Denny Wirawan Ungkap Kenangan Manis dengan Titiek Puspa

Denny Wirawan mengenang Eyang Titiek sebagai sosok yang tak terlupakan. Ia mengungkapkan kesedihannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 11 April 2025. Dalam unggahannya, Denny membagikan foto dirinya bersama Titiek Puspa, terlihat begitu akrab dan hangat. Kesedihan mendalam terpancar dari kata-kata yang ia tulis, menggambarkan betapa dekatnya hubungan mereka.

“Nggak pernah kesel direwelin eyang kalau lg pesen baju yg sehari bisa ditelpon 3X kaya minum obat,” tulis Denny, mengenang salah satu sisi unik Eyang Titiek. Meskipun mungkin bagi sebagian orang dianggap merepotkan, bagi Denny, cerewetnya Eyang Titiek justru menjadi salah satu hal yang ia rindukan. Ia tak pernah merasa lelah atau bosan melayani permintaan Eyang, karena setiap percakapan dengan beliau selalu membawa kebahagiaan.

Sentuhan Eyang di Karier Denny Wirawan

Titiek Puspa memiliki tempat istimewa dalam hati Denny Wirawan, terutama dalam perjalanan karirnya sebagai desainer. Sejak awal Denny menekuni dunia rancang busana, Titiek Puspa telah memberikan kepercayaan penuh padanya. Ia menjadi salah satu dari segelintir desainer yang dipercaya untuk merancang busana Titiek, khususnya untuk keperluan penampilannya di atas panggung. Kepercayaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Denny.

Denny mengakui bahwa Eyang Titiek memiliki andil besar dalam membesarkan namanya di industri fashion Tanah Air. Sebagai seorang desainer muda yang baru merintis karir, dukungan dari seorang legenda seperti Titiek Puspa tentu sangat berarti. Titiek bukan hanya sekadar memesan baju, tapi juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi Denny untuk terus berkarya dan mengembangkan bakatnya.

“Gimana mau capek, gimana mau bosen, gimana mau kesel kalau setiap ngobrol sm eyang sy selalu dibuat ketawa & serasa didongengin nenek sendiri saat menceritakan kisah hidupnya dr beliau masih anak2 hingga masuk ke dunia seni,” lanjut Denny dalam unggahannya. Kata-kata ini menggambarkan betapa dekatnya hubungan personal mereka. Denny tidak hanya melihat Titiek sebagai klien atau tokoh publik, tapi juga sebagai sosok keluarga, seperti seorang nenek yang selalu memberikan cerita dan nasihat berharga.

Sandyakala Smara: Momen Spesial di Kudus

Titiek Puspa di Sandyakala Smara

Kedekatan Denny Wirawan dan Titiek Puspa semakin terasa saat momen peragaan busana ‘Sandyakala Smara’ di Kudus, Jawa Tengah, pada September 2023. Acara ini bukan sekadar peragaan busana biasa, tapi sebuah perayaan delapan tahun kolaborasi antara Denny Wirawan dan Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) dalam mempromosikan wastra warisan budaya membatik Kudus. Untuk pertama kalinya setelah delapan tahun, kolaborasi ini dipentaskan di kota Kudus, yang dikenal sebagai Kota Kretek, atau ‘rumah’ bagi batik Kudus.

‘Sandyakala Smara’ menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Titiek Puspa. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, semangat dan kecintaan Titiek pada dunia seni tidak pernah pudar. Ia dengan senang hati ambil bagian dalam persembahan istimewa ini. Kehadiran Titiek Puspa di Kudus bukan hanya sebagai pengisi acara, tapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Indonesia, khususnya batik Kudus.

Dalam acara tersebut, Titiek Puspa tampil memukau dalam balutan kebaya merah yang dirancang khusus oleh Denny Wirawan. Kebaya tersebut terlihat sangat anggun dan elegan, memancarkan aura bintang Titiek Puspa yang tak lekang oleh waktu. Ia melantunkan sejumlah tembang lawas yang pernah membesarkan namanya di industri musik Tanah Air. Suara merdunya masih terdengar jernih dan penuh penghayatan, membuat para tamu undangan terhanyut dalam nostalgia.

Salah satu lagu yang dibawakan Titiek Puspa adalah ‘Marilah Kemari’, yang dinyanyikannya dengan iringan orkes keroncong. Lagu ceria ini langsung membangkitkan suasana riang di antara para tamu undangan. Watak jenaka Titiek Puspa memang selalu berhasil mencairkan suasana dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Hampir semua tamu, termasuk desainer Chossy Latu, yang tampil dengan busana bertema Nusantara terbaik, ikut berdendang dan bergoyang mengikuti irama musik.

Pulang Kampung ke Kudus

Batik Kudus

Bagi Titiek Puspa, Kudus memiliki makna tersendiri. Kota ini tidak jauh dari Semarang, kota tempat ia dibesarkan. Kudus seolah menjadi ‘kampung halaman’ kedua bagi Titiek. Di Semarang, kecintaannya pada dunia seni, terutama tarik suara, mulai tumbuh dan berkembang. Kembali ke Kudus, bagi Titiek, seperti kembali ke akar budayanya, kembali ke tempat di mana mimpi-mimpinya di dunia seni mulai bersemi.

“Eyang senang banget waktu diundang ke Kudus,” kata Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) Renitasari Adrian, mengenang antusiasme Titiek Puspa saat diundang ke acara ‘Sandyakala Smara’. Kebahagiaan Titiek Puspa di Kudus terpancar jelas dari penampilannya yang penuh semangat dan keceriaan. Ia benar-benar menikmati momen tersebut, seolah kembali muda dan bersemangat seperti dulu.

Momen ‘Sandyakala Smara’ di Kudus menjadi salah satu kenangan manis yang tak terlupakan bagi Denny Wirawan tentang Titiek Puspa. Acara tersebut bukan hanya menjadi ajang peragaan busana yang sukses, tapi juga menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh makna antara Denny dan Eyang Titiek. Kehadiran Titiek Puspa memberikan sentuhan magis pada acara tersebut, menjadikannya semakin istimewa dan berkesan.

Kenangan Tak Terlupakan

Denny Wirawan dan Titiek Puspa Berpelukan

Kini, sosok Titiek Puspa telah tiada. Tidak ada lagi Eyang Titiek yang selalu memberikan dukungan dan cinta kepada Denny Wirawan. Namun, kenangan tentang kebaikan, keceriaan, dan inspirasi yang telah diberikan Titiek Puspa akan selalu hidup dalam hati Denny dan banyak orang lainnya. Denny merasa sangat kehilangan sosok yang begitu berarti dalam hidupnya.

“Selamat jalan eyangku tersayang… pasti kangen sm ceriwisnya eyang, kangen celotehan khas eyang en d brai n de breeii , kangen pelukannya eyang, kangen semuanya pokoknya… Till we meet again eyang sayaang.. Rest in love, you’ll be missed,” tulis Denny di akhir unggahannya. Kata-kata perpisahan yang menyentuh ini menggambarkan betapa besar rasa sayang dan kehilangan yang dirasakan Denny. Ia akan selalu merindukan sosok Eyang Titiek yang ceria, hangat, dan penuh kasih sayang.

Kepergian Titiek Puspa memang meninggalkan duka, namun warisan karyanya di dunia seni dan kenangan manis tentang dirinya akan terus dikenang dan menginspirasi generasi mendatang. Titiek Puspa bukan hanya seorang legenda hiburan, tapi juga sosok inspiratif yang telah memberikan warna dan kebahagiaan bagi banyak orang. Selamat jalan Eyang Titiek, karyamu akan selalu abadi.

Bagaimana pendapatmu tentang sosok Titiek Puspa? Kenangan apa yang paling kamu ingat tentang beliau? Yuk, berbagi di kolom komentar!

Posting Komentar