Gawat! BPOM Tarik 4 Kosmetik Abal-abal yang Ngakunya Bisa Ditelan!
Ada berita heboh nih dari Badan Pengawas Obat dan Makanan alias BPOM. Mereka baru saja menemukan empat produk kosmetik yang klaimnya bikin geleng-geleng kepala, katanya bisa ditelan! Pasti langsung kaget kan dengarnya? Kok bisa kosmetik ditelan? Nah, ini dia yang jadi masalah besar. BPOM langsung bertindak cepat setelah menemukan keanehan ini.
Temuan ini diumumkan langsung oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar. Beliau menjelaskan bahwa promosi kosmetik yang diklaim bisa dikonsumsi secara oral atau ditelan itu jelas-jelas menyimpang dari aturan yang ada. Ini bukan cuma soal klaim aneh, tapi menyangkut keselamatan kita semua sebagai konsumen. Makanya, BPOM nggak tinggal diam melihat praktik pemasaran yang menyesatkan seperti ini.
Menurut Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik, definisi kosmetik itu sudah sangat jelas. Produk kosmetik itu diformulasikan khusus untuk penggunaan luar pada tubuh. Fungsinya macem-macem, bisa buat membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, atau melindungi tubuh di bagian luar seperti kulit, rambut, kuku, bibir, dan organ genital luar, bahkan gigi dan mukosa mulut. Intinya, mereka tidak dirancang untuk masuk ke dalam tubuh lewat saluran pencernaan.
Karena klaim “bisa ditelan” ini terang-terangan melanggar definisi dan cara penggunaan kosmetik yang seharusnya, BPOM langsung ambil tindakan tegas. Nomor notifikasi atau izin edar keempat produk ini langsung dicabut. Pemilik produk juga diperintahkan buat menarik semua produk yang sudah beredar di pasaran dan memusnahkannya. Ini langkah penting buat mencegah produk ini sampai ke tangan konsumen yang mungkin tergiur dengan klaimnya.
Selain itu, BPOM juga menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan promosi produk-produk bermasalah ini langsung dihapus dari semua platform penjualan online. Jadi, konsumen nggak akan lagi nemuin iklan atau deskripsi produk yang menyesatkan tersebut saat belanja di toko online. Ini menunjukkan betapa seriusnya BPOM menangani masalah ini, sampai ke akar-akarnya di ranah digital.
Nah, pasti penasaran kan, produk kosmetik apa saja sih yang dilarang ditelan dan sampai dicabut izin edarnya sama BPOM? Yuk, kita lihat daftarnya biar kita semua aware dan nggak salah beli produk.
Daftar Kosmetik yang Dilarang Ditelan versi BPOM¶
Ini dia empat produk yang bikin heboh karena klaimnya bisa ditelan dan kini sudah ditarik dari peredaran oleh BPOM:
-
1. Edible Dermo Cosmetica Melatonin Beauty Elixir
- Nomor Izin Edar: NA 18230108993
- Pemilik Nomor Izin Edar: PT Kaizen Aesthetic Medicore
- Keterangan: Nomor Izin Edar Telah Dicabut.
- Produk ini mungkin terdengar canggih dengan nama “Edible Dermo Cosmetica”, seolah menggabungkan konsep kosmetik dan sesuatu yang bisa dimakan. Ditambah embel-embel “Melatonin Beauty Elixir”, klaimnya terdengar menjanjikan untuk kecantikan dari dalam. Tapi, ingat, ini kosmetik, bukan suplemen tidur atau kecantikan yang aman dikonsumsi oral. Melatonin sendiri adalah hormon yang penggunaannya punya dosis dan regulasi khusus, bukan sembarang dicampur di kosmetik apalagi yang diklaim bisa ditelan. Mencabut izin edar ini adalah langkah krusial untuk melindungi konsumen dari risiko menelan bahan yang tidak ditujukan untuk pencernaan.
-
2. Edible Dermo Cosmetica The 3D Salmon PDRN Elixir
- Nomor Izin Edar: NA 18220111572/NA 18220104078
- Pemilik Nomor Izin Edar: PT Kaizen Aesthetic Medicore
- Keterangan: Nomor Izin Edar Telah Dicabut.
- Nama “3D Salmon PDRN Elixir” terdengar sangat ilmiah dan modern. PDRN (Polydeoxyribonucleotide) memang populer dalam perawatan kulit topikal. Namun, seperti bahan kosmetik lainnya, keamanannya untuk penggunaan luar tidak otomatis menjamin keamanan untuk penggunaan dalam atau ditelan. Klaim “Edible” pada produk ini sangat berbahaya karena mendorong konsumen melakukan sesuatu yang bertentangan dengan fungsi dasar kosmetik. Pencabutan dua nomor izin edar untuk produk ini menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran yang terjadi.
-
3. Edible Dermo Cosmetica Gluta-TRX (Glutathione, Tranexamic Acid)
- Nomor Izin Edar: NA 18221901262
- Pemilik Nomor Izin Edar: PT Kaizen Aesthetic Medicore
- Keterangan: Nomor Izin Edar Telah Dicabut.
- Glutathione dan Tranexamic Acid sering digunakan dalam produk pencerah kulit. Bahan-bahan ini memiliki cara kerja dan penyerapan yang berbeda jika diaplikasikan di kulit vs. jika dikonsumsi oral. Dosis, formulasi, dan interaksi dengan sistem pencernaan serta organ internal bisa sangat berbeda. Mengkonsumsi bahan yang ditujukan untuk kulit bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan atau bahkan berbahaya bagi kesehatan. Klaim “Edible” sekali lagi menjadi akar masalah dalam kasus ini, mendorong konsumen mengambil risiko kesehatan serius.
-
4. Edible Dermo Cosmetica Synbiome Gut Elixir
- Nomor Izin Edar: NA 18220110370
- Pemilik Nomor Izin Edar: PT Kaizen Aesthetic Medicore
- Keterangan: Nomor Izin Edar Telah Dicabut.
- Nama produk ini “Synbiome Gut Elixir” sangat provokatif dan menyesatkan. “Gut” merujuk pada usus atau sistem pencernaan, dan “Synbiome” terdengar seperti sesuatu yang berkaitan dengan mikrobioma usus (probiotik/sinbiotik). Menggunakan nama seperti ini pada produk yang terdaftar sebagai kosmetik tapi diklaim bisa ditelan adalah upaya penyesatan yang sangat serius. Ini membuat konsumen berpikir bahwa produk ini bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, padahal cara pakainya ditujukan untuk kulit, dan mengklaim bisa ditelan adalah pelanggaran berat. BPOM sangat tepat menarik produk ini dari peredaran demi keselamatan masyarakat.
Kenapa Kosmetik Dilarang Ditelan? Ini Penjelasannya!¶
Kepala BPOM Taruna Ikrar sudah menegaskan, menelan kosmetik itu berisiko tinggi buat kesehatan. Produk kosmetik diformulasikan dengan bahan-bahan yang keamanannya diuji untuk penggunaan luar. Ini artinya, bahan-bahan tersebut aman saat kontak dengan kulit, rambut, atau bagian luar tubuh lainnya, tapi belum tentu aman jika masuk ke dalam sistem pencernaan kita.
Bayangkan begini, kulit kita punya barrier atau lapisan pelindung yang beda banget sama lapisan di saluran pencernaan kita. Bahan kimia kosmetik yang aman diserap sedikit demi sedikit oleh kulit bisa jadi sangat berbahaya jika langsung masuk ke lambung, usus, dan kemudian diserap oleh organ-organ internal seperti hati atau ginjal. Sistem pencernaan kita dirancang untuk mengolah makanan dan minuman, bukan bahan-bahan kimia kosmetik.
Menurut Taruna Ikrar, menelan kosmetik bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Yang paling ringan mungkin cuma gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare. Tapi, yang lebih parah, bisa sampai keracunan atau menimbulkan risiko kesehatan serius lainnya dalam jangka panjang. Ini karena banyak bahan dalam kosmetik, seperti pengawet, pewarna, parfum, atau bahan aktif tertentu, mungkin tidak diizinkan atau hanya diizinkan dalam dosis sangat kecil untuk dikonsumsi oral. Beberapa bahan bahkan bisa bersifat toksik jika masuk ke dalam tubuh.
Beda Kosmetik, Obat, dan Suplemen: Kenapa Penting Banget?¶
Kasus ini juga menyoroti pentingnya kita memahami perbedaan antara kategori produk yang diatur BPOM. Ada kosmetik, obat, dan suplemen kesehatan, dan ketiganya punya definisi, tujuan penggunaan, cara pakai, dan standar keamanan yang berbeda.
- Kosmetik: Seperti dijelaskan tadi, ini produk untuk penggunaan luar, fokusnya pada penampilan dan kebersihan bagian luar tubuh. Regulasi dan pengujian keamanannya khusus untuk aplikasi eksternal.
- Obat: Produk ini bertujuan untuk mendiagnosis, menyembuhkan, meringankan, mencegah penyakit, atau memengaruhi fungsi tubuh. Obat bisa dipakai secara oral (ditelan/diminum), disuntik, dioles, dll., tergantung jenisnya. Kandungan dan dosisnya diatur sangat ketat, dan melalui uji klinis ekstensif untuk membuktikan khasiat dan keamanannya saat masuk ke dalam tubuh.
- Suplemen Kesehatan: Produk ini bertujuan melengkapi kebutuhan gizi, memelihara, meningkatkan, atau memperbaiki fungsi kesehatan. Umumnya dikonsumsi oral dalam bentuk kapsul, tablet, cairan, bubuk, dll. Meskipun bukan obat, suplemen juga punya aturan ketat soal bahan, dosis, dan klaim yang diperbolehkan.
Nah, empat produk yang ditarik BPOM ini didaftarkan sebagai kosmetik, tapi dipromosikan dengan klaim seperti obat atau suplemen yaitu bisa ditelan. Ini adalah penyesatan klasifikasi yang sangat berbahaya. Jika produk ini memang benar-benar aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi, seharusnya mereka didaftarkan dan diuji sebagai obat atau suplemen, bukan kosmetik. Proses pendaftaran dan pengujian untuk obat atau suplemen jauh lebih ketat karena mereka masuk ke dalam tubuh.
Pelaku usaha yang nakal seperti ini jelas-jelas memanfaatkan celah atau ketidaktahuan konsumen. Mereka ingin produk kosmetiknya punya “nilai tambah” dengan klaim yang sebenarnya melanggar aturan dan membahayakan. Kepala BPOM berpesan keras kepada semua pelaku usaha untuk jujur dalam berpromosi dan tidak membuat klaim yang menyesatkan apalagi sampai membahayakan kesehatan konsumen. Patuhi aturan soal penandaan, promosi, dan iklan.
Tips Buat Kita sebagai Konsumen¶
Melihat kasus ini, kita sebagai konsumen juga harus makin pintar dan waspada ya. Jangan mudah tergiur sama klaim-klaim aneh atau bombastis, apalagi yang nggak masuk akal. “Kosmetik bisa ditelan”? Itu jelas red flag besar!
Berikut beberapa tips buat kita semua biar aman saat memilih produk kosmetik atau produk kesehatan lainnya:
- Cek Izin Edar BPOM: Selalu pastikan produk yang mau dibeli punya nomor izin edar BPOM. Kamu bisa cek langsung di website BPOM atau lewat aplikasi Cek BPOM di smartphone. Nomor izin edar kosmetik biasanya dimulai dengan huruf ‘NA’.
- Perhatikan Cara Pakai: Baca baik-baik cara penggunaan yang tertera di kemasan. Kalau produk itu terdaftar sebagai kosmetik, cara pakainya PASTI untuk aplikasi luar. Jangan pernah menelan atau mengkonsumsi produk kosmetik, meskipun ada klaim aneh di promosinya.
- Waspada Klaim Berlebihan: Hati-hati sama klaim yang terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, apalagi kalau klaimnya tumpang tindih antara kosmetik dan pengobatan/kesehatan dari dalam. Kosmetik fokusnya penampilan luar, bukan menyembuhkan penyakit atau menyehatkan organ dalam.
- Pahami Kategori Produk: Bedakan mana kosmetik, mana obat, mana suplemen. Setiap kategori punya fungsi dan cara pakai yang beda. Jangan sampai ketuker! Obat dan suplemen yang aman dikonsumsi juga punya nomor izin edar BPOM sendiri (biasanya nomor registrasi obat/suplemen berbeda formatnya dari kosmetik).
- Jangan Percaya Influencer/Testimoni Buta: Kadang promosi yang menyesatkan datang dari influencer atau testimoni di media sosial. Jangan langsung percaya. Selalu cross-check dengan informasi resmi dari BPOM. Kalau ada yang promosi kosmetik sambil ‘meminumnya’, itu jelas salah dan berbahaya.
BPOM terus berupaya mengawasi peredaran produk dan menindak pelaku usaha yang melanggar. Tapi, peran kita sebagai konsumen juga penting banget. Kita adalah garda terdepan buat diri sendiri. Dengan lebih cermat dan kritis dalam memilih produk, kita bisa melindungi diri dari bahaya produk abal-abal atau klaim menyesatkan.
Kasus kosmetik yang diklaim bisa ditelan ini jadi pengingat buat kita semua. Jangan pernah mengorbankan kesehatan demi penampilan sesaat atau klaim yang tidak terbukti. Keamanan itu nomor satu!
Gimana pendapat kalian soal klaim kosmetik yang bisa ditelan ini? Pernah nemuin produk dengan klaim aneh lainnya? Share di kolom komentar ya biar kita semua makin aware!
Posting Komentar