Ratusan Angler Ramaikan Mabar Tegegers Club: Mujaer Sesion 4 Tahun 2025!

Table of Contents

Ratusan Angler Ramaikan Mabar Tegegers Club Mujaer Sesion 4 Tahun 2025

Tegegers Club Mujaer (TCM), komunitas para penghobi mancing yang sudah sangat dikenal di Bogor, khususnya buat yang doyan banget mancing ikan nila alias mujaer, baru aja sukses menggelar acara keren mereka. Yap, apalagi kalau bukan Mancing Bareng (Mabar) yang sudah memasuki sesi ke-4! Ini bukan sembarang Mabar, lho. Acara tahunan ini selalu jadi magnet yang menarik ratusan angler (sebutan keren buat pemancing) dari berbagai penjuru daerah. Bayangin aja, pesertanya datang dari seantero Jabodetabek sampai jauh ke Sukabumi!

Minggu, 4 Mei 2025, jadi tanggal yang ditunggu-tunggu para angler mania. Sejak pagi buta, suasana di kolam pemancingan Mulya Pagentongan, Kecamatan Bogor Barat, sudah terasa beda. Ratusan orang dengan semangat membara mulai berdatangan, membawa joran (alat pancing) andalan mereka, siap bertarung dalam lomba yang menjanjikan banyak kejutan. Ada hadiah-hadiah menggiurkan menunggu para juara, mulai dari uang tunai yang pastinya bikin dompet seneng, trofi bergengsi buat dipajang, sampai piagam penghargaan sebagai bukti kehebatan. Tapi tenang, buat yang belum beruntung jadi juara, panitia juga nyiapin banyak doorprize seru yang dibagikan merata buat semua peserta!

Doorprize ini bukan cuma sekadar bingkisan biasa. Ini adalah bentuk dukungan nyata dari para sponsor dan pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang bergerak di bidang mancing. Mereka nyumbangin berbagai macam perlengkapan yang pastinya sangat berguna buat para angler. Ada alat pancing terbaru, Essen (essence) dengan aroma rahasia yang katanya ampuh banget, umpan siap pakai yang praktis, topi keren biar nggak kepanasan pas mancing seharian, sampai aksesoris mancing lainnya yang bisa melengkapi arsenal para pemancing. Ini menunjukkan betapa eratnya kolaborasi antara komunitas hobi dan para pelaku usaha di bidang yang sama.

Kang Katel, nama akrab dari Subhan Maulana yang menjabat sebagai Ketua Panitia acara ini, mengungkapkan kebanggaannya. Ia bilang, untuk event Mabar yang bisa dibilang paling bergengsi di kalangan TCM ini, pesertanya mencapai angka 250 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, 2024 lalu, di mana pesertanya juga sudah banyak tapi belum sebanyak tahun ini. “Antusiasme pemancing itu luar biasa besar buat ikut lomba ini,” kata Kang Katel dengan senyum lebar. Ia menambahkan, “Alhamdulilah, acaranya sukses, semarak, dan meriah banget. Semua pada happy!”

Lebih dari Sekadar Mancing: Silaturahmi Akbar dan Bakti Sosial

Acara Mabar kali ini bukan cuma soal siapa yang dapat ikan paling banyak atau paling berat. Kang Katel menjelaskan, Mabar ini sekaligus jadi momen spesial untuk Halal Bihalal dan Silaturahmi Akbar. Bayangin aja, ratusan orang dengan hobi yang sama, dari berbagai latar belakang dan daerah, bisa kumpul, ngobrol, ketawa bareng, dan saling kenal. Ini kesempatan langka yang nggak datang setiap hari, apalagi di tengah kesibukan masing-masing. Jadi, esensinya memang bukan cuma sekadar mancing buat nyalurin hobi, tapi ada nilai-nilai sosial dan kekeluargaan yang kuat banget.

Yang bikin acara ini makin spesial adalah adanya kegiatan Bakti Sosial. Panitia TCM juga nyantunin anak yatim piatu, lho! Ada sebanyak 50 anak yatim piatu yang disantuni dalam acara ini. Ini membuktikan bahwa komunitas TCM ini punya kepedulian sosial yang tinggi. Mereka nggak cuma mikirin hobi dan kesenangan sendiri, tapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama yang membutuhkan. “Jadi essensinya bukan sekedar mancing menyalurkan hobi saja,” tegas Kang Katel, “tapi ada kegiatan sosial juga seperti santunan. Ini adalah cara kami untuk berbagi keberkahan dari hobi yang kami cintai.”

Kang Katel juga menambahkan, Mabar ini juga jadi ajang yang pas banget buat saling memperkenalkan produk-produk dari kawan-kawan pelaku UMKM di bidang mancing. “Kami juga saling memperkenalkan produk-produk usaha UMKM kawan-kawan di bidang mancing ini,” ujarnya. Para angler bisa langsung lihat, pegang, bahkan coba produk terbaru dari UMKM lokal. Begitu juga para pelaku UMKM, mereka bisa dapat feedback langsung dari pengguna. “Mabar ini jadi ajang silaturahmi antar angler, antar pengusaha UMKM, dan tentunya banyak keseruan-keseruan lainnya yang nggak bisa diungkapkan semua!” seru Kang Katel dengan semangat.

Melalui event Mabar yang rutin digelar ini, Kang Katel berharap tali silaturahmi dan persaudaraan antar para pemancing bisa semakin erat dan kuat. Komunitas TCM sendiri bukan komunitas kaleng-kaleng. Di jejaring media sosial Facebook aja, jumlah anggotanya sudah lebih dari 16.500 orang. Angka yang sangat fantastis, ya! Ini menunjukkan betapa besarnya potensi dan pengaruh komunitas ini di dunia mancing, khususnya mancing mujaer. Sementara itu, jumlah pelaku usaha UMKM yang terkait dan menjadi bagian dari ekosistem TCM juga lumayan banyak, sekitar 150 pengusaha. Mereka ini adalah tulang punggung yang menyediakan berbagai kebutuhan mancing bagi ribuan anggota TCM.

Suasana Meriah di Pinggir Kolam

Bayangin deh, suasana di pinggir kolam saat Mabar berlangsung. Ratusan joran tertancap rapi, menunggu umpan disambar ikan. Suara reel yang berputar kencang saat ada ikan strike, teriakan kegirangan saat berhasil mengangkat ikan lumayan besar, tawa renyah dari obrolan antar pemancing, dan aroma umpan yang khas bercampur udara segar pagi hari. Semuanya jadi satu harmoni yang cuma bisa dirasakan di acara mancing bareng. Ada aura persaingan, tapi lebih kental nuansa kekeluargaan dan kebersamaan. Mereka berbagi tips umpan, cerita pengalaman mancing, atau sekadar ngopi bareng sambil nungguin strike.

Antusiasme ini tercermin dari berbagai persiapan yang dibawa peserta. Ada yang datang dengan joran standar, ada juga yang bawa alat pancing super lengkap dengan berbagai lure (umpan buatan) dan aksesori canggih. Beberapa peserta bahkan membawa perlengkapan tempur khusus untuk mancing mujaer, dari mulai Essen oplosan racikan sendiri yang resepnya dirahasiakan turun-temurun, sampai umpan pelet super wangi yang diyakini bisa bikin mujaer auto lapar. Setiap angler punya strategi dan racikan andalan masing-masing, dan Mabar ini jadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan buat “ngintip” rahasia angler lain.

Saat sesi lomba dimulai, semua mata fokus ke pelampung. Sedikit saja ada gerakan aneh pada pelampung, langsung disambut dengan tarikan cepat dan sigap. Jantung berdebar kencang menantikan perlawanan dari ikan. Anak-anak kecil yang ikut orang tuanya juga terlihat antusias, sesekali mereka ikut menarik joran dengan bantuan orang dewasa. Pemandangan ini menggambarkan bahwa hobi mancing memang merakyat dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari yang muda sampai yang senior, dari pemula sampai yang sudah profesional.

Saat waktu lomba selesai, keseruan berlanjut ke proses penimbangan ikan. Para peserta antre dengan tertib membawa hasil tangkapan terbaik mereka. Ikan mujaer dengan ukuran yang bervariasi ditimbang satu per satu, dicatat, dan diumumkan beratnya. Ada sorak sorai saat ikan pemenang ditimbang, ada juga tepuk tangan apresiasi untuk semua peserta yang sudah berusaha. Proses ini juga jadi momen seru, di mana para angler bisa lihat langsung monster-monster mujaer yang berhasil ditaklukkan di kolam Mulya Pagentongan.

Dukungan Penuh dan Harapan untuk UMKM

Acara Mabar sesion 4 ini juga dihadiri oleh puluhan komunitas mancing mania lainnya dari berbagai wilayah. Ini menunjukkan bahwa TCM bukan komunitas yang eksklusif, melainkan terbuka dan menjalin hubungan baik dengan komunitas-komunitas lain. Salah satu tokoh penting yang hadir adalah Dody Ahdiyat, beliau adalah Dewan Pembina Korpri Fishing Club Kota Bogor. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa kegiatan komunitas seperti ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintahan.

Dalam sambutannya, Dody Ahdiyat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap TCM. Beliau memuji kekompakan, kesolidan, dan kebersamaan yang terlihat jelas dalam komunitas ini. Melihat betapa besarnya komunitas TCM dengan ribuan anggotanya, Dody Ahdiyat menyampaikan harapannya agar para pelaku UMKM di bidang mancing ini bisa “naik kelas”. Naik kelas di sini maksudnya tentu saja agar usaha mereka bisa semakin berkembang, makin besar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, baik bagi pemilik usaha maupun bagi anggota komunitas TCM itu sendiri.

Dody Ahdiyat juga memberikan saran yang sangat konstruktif. Untuk membantu memajukan para pelaku UMKM mancing ini, beliau mengusulkan adanya kerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya. Salah satu ide konkretnya adalah dengan membuat stand atau bahkan pusat pancing terbesar di Kota Bogor. Tempat ini bisa menjadi wadah permanen bagi para UMKM bidang mancing untuk memasarkan produk-produk mereka. Ini akan memudahkan para angler untuk mencari kebutuhan mancing mereka di satu lokasi, sekaligus membantu UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan stabil.

Usulan ini sangat relevan mengingat potensi pasar di Bogor yang besar. Seperti kata Dody Ahdiyat, ada sangat banyak peluang untuk memajukan UMKM mancing. Jumlah peminat dan penghobi mancing di Bogor dan sekitarnya memang sangat banyak. Mancing bukan lagi sekadar hobi, tapi sudah jadi gaya hidup dan salah satu bentuk olahraga yang sangat merakyat, bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja (selama ada air dan ikan, tentunya!). Dengan dukungan dari pemerintah dan kolaborasi yang kuat antara komunitas dan UMKM, bukan mustahil Bogor bisa jadi salah satu sentra perlengkapan mancing terbesar di Indonesia.

Potensi Komunitas dan Ekonomi Lokal

Keberhasilan Mabar Tegegers Club Mujaer Sesion 4 ini tidak hanya diukur dari jumlah ikan yang didapat atau hadiah yang dibagikan. Lebih dari itu, acara ini berhasil memperkuat ikatan antar anggota komunitas, menunjukkan kepedulian sosial melalui bakti sosial, dan membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah hobi bisa membawa dampak positif yang luas, baik secara sosial maupun ekonomi. Ribuan anggota TCM adalah basis konsumen yang potensial bagi ratusan UMKM, dan sebaliknya, UMKM ini menyediakan kebutuhan bagi hobi para angler. Ini adalah simbiosis mutualisme yang patut dicontoh.

Pengalaman berinteraksi langsung antara angler dan UMKM di acara seperti Mabar ini juga sangat berharga. Angler bisa langsung mencoba produk, memberikan feedback konstruktif, dan membangun hubungan personal dengan penjual. Bagi UMKM, ini adalah kesempatan emas untuk promosi, riset pasar, dan memahami lebih dalam kebutuhan konsumen mereka. Ide membangun pusat pancing terpadu yang diusulkan Dody Ahdiyat akan semakin menguatkan ekosistem ini, menjadikannya lebih terstruktur dan profesional.

Dengan jumlah anggota yang terus bertambah dan kegiatan yang semakin bervariasi (mulai dari Mabar, santunan, hingga potensi kerjasama dengan pemerintah), TCM membuktikan diri sebagai komunitas yang dinamis dan memberikan kontribusi nyata. Mereka tidak hanya menghabiskan waktu luang dengan mancing, tapi juga membangun jejaring sosial, mempererat persaudaraan, dan membantu menggerakkan ekonomi lokal di sektor hobi. Semoga ke depannya semakin banyak komunitas hobi lain yang bisa mencontoh jejak positif TCM ini.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah, doorprize, dan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Para peserta pulang membawa cerita seru, hadiah (bagi yang beruntung), doorprize yang bermanfaat, dan pastinya, pengalaman berharga dari Mabar Tegegers Club Mujaer Sesion 4. Sampai jumpa di Mabar TCM tahun depan, semoga semakin meriah dan memberikan lebih banyak manfaat!


Gimana nih guys, seru banget kan acara Mabar TCM Sesion 4 ini? Kalian punya pengalaman seru juga waktu mancing bareng komunitas? Atau mungkin kalian adalah salah satu pelaku UMKM di bidang hobi yang punya cerita menarik? Share dong pengalaman dan cerita kalian di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar