Awas! Obat Herbal Klaten-Kudus Ini Bisa Bahayakan Jantung & Hati Kata BPOM

Table of Contents

Obat Herbal Berbahaya BPOM Klaten Kudus

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bikin geger dengan temuan soal obat herbal yang nggak main-main bahayanya. Produk-produk ini diduga mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang jelas dilarang ada dalam obat herbal. Konsumsi BKO sembarangan ini bisa bikin masalah serius buat kesehatan kita, mulai dari jantung sampai hati.

Obat herbal “nakal” ini kabarnya diproduksi di area Klaten dan Kudus, Jawa Tengah. BPOM nggak tinggal diam dan langsung bergerak cepat bareng Polda Jawa Tengah. Mereka menggerebek beberapa lokasi yang dicurigai jadi tempat produksi barang-barang berbahaya ini.

Ada lima lokasi di Klaten yang didatangi petugas pada tanggal 7 dan 8 Mei 2025. Lokasinya tersebar di beberapa desa, yaitu Pluneng, Kebonarum (sampai dua lokasi di sini), Kranggan di Polanharjo, serta desa Tangkilan dan Bonyokan di Jatinom. Nggak cuma di Klaten, petugas juga bergerak ke Kudus dan menggerebek tiga lokasi pada 15 April 2025.

Di Kudus, penggerebekan dilakukan di Desa Barongan dan dua lokasi di Desa Burikan, semuanya masuk wilayah Kecamatan Kudus. Dari penggerebekan ini, BPOM mengamankan seabrek produk obat herbal yang diduga mengandung BKO. Tentu saja, ini jadi peringatan serius buat masyarakat biar lebih hati-hati dalam memilih dan membeli obat herbal.

Deputi Bidang Penindakan BPOM, Bapak Tubagus Ade Hidayat, punya tips jitu buat kita semua biar nggak kena tipu produk berbahaya kayak gini. Beliau menekankan pentingnya jurus “Cek KLIK” sebelum membeli produk obat atau makanan apapun. Ini adalah panduan mudah yang bisa kita terapkan setiap saat untuk memastikan keamanan produk yang kita konsumsi.

Yuk, kita kupas tuntas apa aja BKO yang ditemukan di obat herbal ini dan seberapa bahayanya buat tubuh kita. Memahami risiko ini penting banget biar kita nggak sembarangan mengonsumsi produk yang malah bisa merusak kesehatan jangka panjang. Jangan sampai niatnya sehat pakai herbal, malah jadi sakit karena BKO tersembunyi.

Apa Itu BKO dan Kenapa Bahaya di Obat Herbal?

BKO itu singkatan dari Bahan Kimia Obat. Sebenarnya, BKO ini adalah bahan aktif yang biasa dipakai dalam obat-obatan medis, obat resep, atau obat bebas yang dijual di apotek. Contohnya kayak parasetamol buat pereda nyeri atau sildenafil buat disfungsi ereksi. Nah, masalahnya muncul kalau BKO ini diam-diam dicampurin ke dalam produk yang diklaim sebagai “obat herbal” atau “obat bahan alam”.

Kenapa bahaya? Karena obat herbal seharusnya cuma mengandung bahan-bahan dari alam, seperti tumbuhan, hewan, atau mineral, yang diolah secara tradisional dan keamanannya sudah teruji sesuai aturan. Kalau dicampur BKO, berarti produk itu nggak murni herbal lagi. Kandungan dan takarannya pun nggak terukur, nggak ada pengawasan medis layaknya obat resep.

Mengkonsumsi obat herbal yang mengandung BKO itu sama saja dengan mengonsumsi obat kimia tanpa dosis yang jelas dan tanpa pengawasan dokter. Ini bisa memicu berbagai efek samping berbahaya, interaksi obat dengan kondisi kesehatan atau obat lain yang sedang dikonsumsi, bahkan bisa menyebabkan ketergantungan. Jangka panjangnya, organ tubuh seperti hati, ginjal, dan jantung bisa rusak parah.

BKO ini sengaja ditambahkan oleh produsen nakal biar produk herbal mereka terasa cespleng atau punya efek instan. Misalnya, biar pegal-pegal cepat hilang atau biar stamina langsung naik. Efek yang cepat ini sebenarnya berasal dari BKO, bukan dari kandungan herbalnya. Konsumen jadi merasa produknya manjur, padahal sedang terpapar risiko kesehatan serius.

Parahnya lagi, konsumen sering nggak tahu kalau produk yang mereka konsumsi mengandung BKO. Labelnya bilang herbal, tapi isinya ada bahan kimia obat. Inilah sebabnya penting banget buat selalu waspada dan cuma beli produk dari sumber yang terpercaya serta punya izin edar resmi dari BPOM. Jangan tergoda sama klaim yang terlalu wah atau harga yang miring banget.

BKO yang Ditemukan dan Bahayanya

Hasil investigasi BPOM di Klaten dan Kudus nunjukkin ada beberapa jenis BKO yang dicampurin ke produk-produk herbal tersebut. Masing-masing BKO punya efek dan bahaya yang beda-beda buat tubuh. Kita perlu tahu ini biar makin sadar risiko yang mengintai.

Temuan di Klaten: Parasetamol dan Tadalafil

Di Klaten, petugas BPOM berhasil mengamankan total 117.521 buah produk obat herbal yang dicurigai mengandung BKO. Setelah diuji, dugaan itu terbukti benar. Beberapa produk di sana positif mengandung Parasetamol dan Tadalafil. Kedua BKO ini punya target fungsi yang beda tapi sama-sama bahaya kalau dikonsumsi sembarangan.

Parasetamol biasanya dikenal sebagai obat pereda nyeri dan penurun demam. Kalau dipakai sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau di kemasan, parasetamol relatif aman. Tapi kalau dosisnya terlalu tinggi atau dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang (apalagi kalau dicampur di produk herbal yang nggak jelas takarannya), bahayanya mulai muncul. Efek samping yang bisa timbul antara lain ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut (radang pankreas yang parah), dan yang paling ditakuti adalah kerusakan hati. Hati kita berperan penting dalam memproses obat-obatan, dan parasetamol dosis tinggi bisa jadi racun buat organ ini.

Sementara itu, Tadalafil adalah BKO yang biasa digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi atau gejala pembesaran prostat jinak. Ini adalah obat resep yang penggunaannya harus diawasi dokter karena punya efek kuat pada pembuluh darah. Mencampurkan Tadalafil ke dalam obat herbal sangat berisiko, apalagi kalau dikonsumsi oleh orang yang punya kondisi kesehatan tertentu, terutama masalah jantung. Efek samping Tadalafil bisa berupa mual, nyeri dada (ini sinyal bahaya!), kehilangan penglihatan (jarang tapi bisa terjadi), serangan jantung, serta pembengkakan di area wajah, bibir, atau mulut. Bayangin, niatnya mau ningkatin stamina, malah memicu serangan jantung. Serem kan?

Temuan di Kudus: Sildenafil Sitrat dan Natrium Diklofenak

Bergerak ke Kudus, BPOM mengamankan produk obat herbal dalam jumlah yang lebih besar, yaitu 395 ribu kemasan. Setelah diuji, produk-produk ini ternyata mengandung BKO Sildenafil Sitrat dan Natrium Diklofenak. Kedua BKO ini juga merupakan obat kimia yang seharusnya nggak ada di produk herbal.

Sildenafil Sitrat punya fungsi mirip Tadalafil, yaitu untuk mengatasi disfungsi ereksi. Ini juga obat resep yang bekerja dengan mempengaruhi aliran darah. Karena efeknya ini, Sildenafil Sitrat sangat berisiko bagi orang dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Efek samping umum Sildenafil antara lain dispepsia (gangguan pencernaan), sakit kepala, flushing (wajah memerah), pusing, gangguan penglihatan (pandangan kabur atau melihat warna kebiruan), kongesti hidung (hidung tersumbat), sampai priapisme (ereksi berkepanjangan yang menyakitkan dan butuh penanganan medis segera). Dan yang paling ngeri, sama seperti Tadalafil, BKO ini bisa memicu masalah serius pada jantung.

Natrium Diklofenak adalah jenis Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) atau yang biasa kita sebut anti-peradangan. Biasanya dipakai buat meredakan nyeri dan peradangan, misalnya karena rematik atau cedera. OAINS seperti Natrium Diklofenak punya efek samping yang cukup banyak, terutama pada saluran pencernaan dan ginjal. Gangguan pada lambung (nyeri, mual, pendarahan) adalah yang paling sering terjadi. Efek samping lain bisa meliputi sakit kepala, gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi (jarang), vertigo, pandangan kabur, gangguan mata, tinnitus (telinga berdenging), dan pruritus (gatal-gatal). Pemakaian jangka panjang Natrium Diklofenak juga bisa memicu masalah ginjal dan meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular.

Melihat daftar bahaya dari masing-masing BKO ini, jelas banget kenapa BPOM sangat keras menindak produk herbal yang mencampurnya. Ini bukan cuma soal izin edar, tapi menyangkut keselamatan konsumen yang nggak tahu apa yang sebenarnya mereka minum.

Daftar Obat Herbal Mengandung BKO yang Ditemukan

BPOM merilis beberapa nama produk yang masuk daftar hitam karena ditemukan mengandung BKO saat penggerebekan di Klaten dan Kudus. Ini penting banget buat kita catat dan hindari kalau nemu di pasaran.

Temuan di Klaten (Mengandung Parasetamol dan/atau Tadalafil):

  • Pegal Linu Cap Dua Manggis
  • Pegal Linu Cap Madu Manggis Hijau
  • Pegal Linu Cap Kereta Api plastik
  • Super Stamina Pria Cap Madu Manggis
  • Pegal Linu Cap Madu Manggis
  • Pegal Linu Nusantara.

Temuan di Kudus (Mengandung Sildenafil Sitrat dan/atau Natrium Diklofenak):

  • Urat Madu
  • Montalin
  • Godong Ijo
  • Tongkat Arab
  • Jakarta Bandung Plus
  • Kopi Joss
  • Super Greng
  • Africa Black Ant
  • Anrat
  • Serbuk Brastomolo.

Penting dicatat, daftar ini mungkin nggak lengkap karena BPOM terus melakukan pengawasan. Kalau menemukan produk dengan nama yang sama atau mirip, apalagi yang klaimnya terlalu bombastis dan nggak punya izin edar BPOM, sebaiknya jangan dibeli. Lebih baik cari alternatif produk yang sudah terjamin aman dan terdaftar resmi.

Cek KLIK: Jurus Jitu Hindari Produk Berbahaya

Masyarakat seringkali jadi korban karena kurang informasi atau tergiur promosi yang menyesatkan. Makanya, jurus “Cek KLIK” dari BPOM ini penting banget buat kita praktikkan setiap kali mau beli obat atau makanan.

K - Cek Kemasannya. Perhatikan kondisi kemasan produk. Apakah masih utuh? Ada segelnya nggak? Jangan beli kalau kemasannya rusak, sobek, atau seperti bekas dibuka. Kemasan yang baik itu menunjukkan produk terjaga mutunya dan nggak terkontaminasi. Selain itu, perhatikan juga kualitas cetakan pada kemasan, produk palsu seringkali punya cetakan yang buram atau belepotan.

L - Cek Labelnya. Baca baik-baik informasi di label produk. Di sana harus ada nama produk, komposisi, dosis, aturan pakai, nomor izin edar BPOM, nama dan alamat produsen, serta tanggal kedaluwarsa. Pastikan semua informasi ini tercantum dengan jelas dan mudah dibaca. Label yang lengkap dan informatif adalah ciri produk yang bertanggung jawab. Hati-hati kalau informasinya nggak jelas atau ada tulisan yang aneh.

I - Cek Izin Edarnya. Nah, ini bagian paling krusial. Obat herbal yang legal dan aman di Indonesia itu harus punya nomor izin edar dari BPOM. Nomor ini biasanya diawali dengan huruf-huruf tertentu yang menunjukkan jenis produknya, diikuti angka. Misalnya, untuk obat tradisional atau herbal, biasanya ada kode TR (Obat Tradisional), HT (Jamu), atau FF (Fitofarmaka). Kalian bisa cek keaslian nomor izin edar ini langsung di website atau aplikasi BPOM Mobile. Jangan percaya kalau cuma ada tulisan “POM TR” atau “BPOM” tanpa nomor lengkapnya.

K - Cek Kedaluwarsanya. Setiap produk punya masa berlaku. Jangan pernah mengonsumsi produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Produk yang sudah expired bisa berubah komposisinya, khasiatnya berkurang, atau malah jadi racun karena ada pertumbuhan bakteri atau kerusakan bahan. Tanggal kedaluwarsa biasanya tertera jelas di kemasan. Pastikan tanggalnya masih jauh sebelum kalian berencana menghabiskan produk tersebut.

Menerapkan Cek KLIK ini nggak butuh waktu lama kok. Cuma perlu teliti sedikit sebelum membayar. Kebiasaan kecil ini bisa melindungi kita dari risiko kesehatan yang besar. Jadi, jangan pernah malas ya buat Cek KLIK!

Pentingnya Beli dari Sumber Terpercaya

Selain Cek KLIK, tempat kita membeli produk juga nggak kalah penting. Produk kesehatan, termasuk obat herbal, sebaiknya dibeli dari sumber yang terpercaya. Apotek, toko obat berizin, atau toko resmi yang direkomendasikan oleh produsen yang punya izin edar adalah pilihan terbaik. Menghindari pembelian dari penjual online yang nggak jelas identitasnya atau dari lapak-lapak nggak resmi sangat dianjurkan.

Pembelian online memang praktis, tapi risikonya tinggi. Banyak produk ilegal atau palsu yang beredar di marketplace atau media sosial. Penjual nakal ini seringkali menawarkan harga yang jauh lebih murah atau klaim khasiat yang nggak masuk akal. Jangan mudah tergiur! Ingat, ada harga ada kualitas, dan untuk urusan kesehatan, jangan pernah ambil risiko.

Kalau memang terpaksa beli online, pastikan penjualnya punya reputasi baik, produknya menampilkan nomor izin edar BPOM yang bisa dicek, dan ada informasi kontak yang jelas. Tapi tetap saja, membeli di tempat fisik yang resmi jauh lebih aman karena kita bisa melihat langsung kondisi produk dan kemasannya.

Kasus penemuan obat herbal ber-BKO di Klaten dan Kudus ini nggak cuma terjadi sekali. BPOM secara rutin menemukan produk-produk ilegal serupa di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa peredaran produk kesehatan ilegal masih jadi masalah serius di Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk jadi konsumen cerdas adalah benteng pertahanan pertama.

Konsekuensi Jangka Panjang Mengkonsumsi BKO di Obat Herbal

Bayangkan kalau kita rutin mengonsumsi produk herbal yang ternyata mengandung BKO. Misalnya, produk pegal linu yang dicampur pereda nyeri dosis tinggi setiap hari, atau produk stamina pria yang dicampur obat disfungsi ereksi tanpa tahu takarannya.

Dalam jangka panjang, organ-organ vital kita bisa kena getahnya. Hati bisa rusak karena terus-menerus memproses BKO dosis tinggi. Ginjal bisa kewalahan menyaring bahan kimia yang nggak seharusnya ada. Jantung bisa terganggu karena efek BKO pada pembuluh darah dan tekanan darah. Belum lagi risiko kerusakan organ lain atau memicu penyakit yang nggak terduga.

Klaim khasiat yang instan dan kuat dari produk-produk ini sebenarnya adalah alarm bahaya. Obat herbal yang asli biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan efek, karena cara kerjanya yang nggak seinstan obat kimia. Kalau ada produk herbal yang bikin badan langsung enak atau berkhasiat dalam hitungan menit/jam, patut dicurigai ada BKO di dalamnya.

Jangan biarkan diri sendiri atau orang-orang terdekat jadi korban produk ilegal ini. Edukasi diri sendiri dan orang lain tentang bahaya BKO di obat herbal, pentingnya Cek KLIK, dan beli dari sumber terpercaya.

Media Pendukung

Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel yang merangkum daftar produk obat herbal yang ditemukan mengandung BKO di Klaten dan Kudus, beserta BKO yang diduga terkandung (berdasarkan info BPOM yang umum untuk lokasi tersebut).

Lokasi Temuan Nama Produk Obat Herbal Dugaan BKO yang Terkandung (Umum di Lokasi) Bahaya BKO (Ringkasan)
Klaten Pegal Linu Cap Dua Manggis Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Klaten Pegal Linu Cap Madu Manggis Hijau Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Klaten Pegal Linu Cap Kereta Api plastik Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Klaten Super Stamina Pria Cap Madu Manggis Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Klaten Pegal Linu Cap Madu Manggis Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Klaten Pegal Linu Nusantara Parasetamol, Tadalafil Kerusakan hati, serangan jantung, gangguan penglihatan
Kudus Urat Madu Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Montalin Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Godong Ijo Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Tongkat Arab Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Jakarta Bandung Plus Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Kopi Joss Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Super Greng Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Africa Black Ant Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Anrat Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung
Kudus Serbuk Brastomolo Sildenafil Sitrat, Natrium Diklofenak Masalah jantung, ereksi berkepanjangan, gangguan lambung

Catatan: Informasi BKO spesifik per produk tidak tersedia dalam input, tabel ini merangkum BKO yang ditemukan umum di lokasi tersebut.

Mohon maaf, dalam informasi yang diberikan tidak ada tautan video YouTube atau Instagram yang relevan untuk disisipkan di sini. Namun, Anda bisa mencari video edukasi dari BPOM di kanal YouTube resmi mereka mengenai bahaya BKO di obat tradisional.

Kasus-kasus seperti ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Kesehatan itu aset paling berharga, jangan sampai kita pertaruhkan demi produk yang murah atau punya klaim nggak masuk akal. BPOM sudah bekerja keras melindungi masyarakat, tugas kita sebagai konsumen adalah ikut proaktif dengan jadi lebih waspada dan teliti. Jangan ragu melaporkan ke BPOM kalau menemukan produk yang mencurigakan.


Bagaimana pendapatmu tentang temuan BPOM ini? Pernahkah kamu atau orang terdekatmu mengonsumsi obat herbal dari daftar di atas? Bagikan pengalaman atau pertanyaanmu di kolom komentar di bawah ya! Mari kita saling berbagi informasi untuk menjaga kesehatan bersama.

Posting Komentar