DAcademy 7: Bandung Out! Cianjur Lolos ke Babak Selanjutnya! Hasil Audisi Grup 3

Table of Contents

TRIBUNJABAR.ID - Malam final audisi D’Academy 7 untuk Grup 3 udah digelar nih, guys! Acaranya seru banget, ditayangin langsung di Indosiar pada Rabu (18/6/2025) malam kemarin. Ini dia momen-momen krusial dan hasil lengkap dari persaingan ketat para calon bintang dangdut masa depan.

Ajang pencarian bakat paling hits se-Indonesia ini emang lagi nyari penyanyi dangdut terbaik. Dari delapan grup yang bertanding di Final Audition, udah ada 12 peserta yang berhasil mengamankan tiket ke babak selanjutnya dari Grup 1 dan Grup 2. Nah, malam kemarin giliran Grup 3 yang unjuk gigi!

Dewan juri yang bertugas menilai penampilan para peserta Grup 3 ini bukan main-main, lho. Ada Ratu Dangdut Soimah Pancawati, Sang Biduan Energik Dewi Perssik, dan Mojang Cantik Wika Salim. Kebayang kan gimana ketat dan insightful-nya penilaian dari mereka?

Gimana sih jalannya kompetisi semalam? Siapa aja yang berhasil memukau dan siapa yang harus pulang? Yuk, kita kupas tuntas!

Drama dan Penampilan Memukau di Atas Panggung

Kompetisi dimulai dengan permintaan khusus dari Wika Salim. Beliau menantang tiga peserta cowok yang punya pesona beda: Fadli dari Gowa, Whildan dari Bogor, dan Riski dari Prabumulih. Mereka diminta tampil bareng, membawakan lagu-lagu bernuansa romantis. Wah, langsung bikin penasaran kan?

Penampilan pertama dibuka oleh Riski dari Prabumulih. Dengan penuh penghayatan, Riski membawakan lagu “Rembulan Bersinar Lagi” yang dipopulerkan oleh Mansyur S. Aura melankolis langsung menyelimuti panggung. Dewi Perssik terlihat mengangguk-angguk menikmati alunan suara Riski yang cukup stabil.

Setelah itu, giliran Fadli dari Gowa yang mengambil alih panggung. Fadli membawakan lagu “Makhluk Cantik” dari Frans. Penampilannya terlihat santai namun tetap fokus. Soimah memperhatikan detail-detail kecil dalam cengkok dan artikulasi Fadli. Suasana romantis masih terasa kental di studio.

Terakhir di sesi cowok, ada Whildan dari Bogor. Whildan memilih lagu “Gadis Malaysia” milik Yus Yunus. Penampilannya cukup energetik, berbeda dari dua peserta sebelumnya. Whildan tampak berusaha berkomunikasi dengan penonton lewat ekspresi wajahnya. Wika Salim yang tadi menantang mereka, terlihat tersenyum puas melihat ketiga cowok ini bisa mengatasi tantangan awal dengan baik. Menurutnya, mereka bertiga berhasil tampil dengan baik dan santai, tidak terlihat tegang meskipun ini momen penentuan.

Duet Maut Bikin Juri Berdiri

Suasana makin panas ketika Dewi Perssik memanggil dua peserta cewek untuk berduet: Mutia dari Bone Bolango dan Suchy dari Kolaka. Mereka dipercaya membawakan lagu “Kumpulan Dusta” dari Erie Suzan. Wah, lagu ini kan butuh chemistry dan kekuatan vokal yang pas!

Mutia dan Suchy langsung menunjukkan profesionalisme mereka. Harmonisa vokal keduanya terdengar padu, saling mengisi satu sama lain. Ekspresi mereka saat membawakan lagu ini juga meyakinkan, seolah-olah mereka benar-benar menghayati setiap liriknya. Puncaknya, penampilan duet mereka berhasil bikin dua juri berdiri alias standing ovation! Wika Salim dan Dewi Perssik kompak memberikan apresiasi tinggi untuk kolaborasi apik ini. Ini sinyal kuat bahwa kualitas mereka berdua memang di atas rata-rata.

Setelah duet yang memukau, Soimah memberikan tantangan vokal yang luar biasa untuk Mutia. Ia meminta Mutia untuk tampil solo membawakan tiga lagu sekaligus tanpa jeda! Lagu-lagu yang harus dibawakan adalah “Bimbang” (Elvy Sukaesih), “Sabda Cinta” (Erie Suzan), dan “Cinta Berawan” (Rita Sugiarto). Ini namanya ujian stamina dan konsistensi vokal!

Pada lagu pertama, “Bimbang”, Soimah sempat terlihat kurang puas. Mungkin ada sedikit fals atau cengkok yang kurang pas di telinga sang Maestro. Namun, Mutia tidak menyerah. Ia mencoba memperbaiki diri dan tampil lebih baik di lagu kedua dan ketiga. Kerja keras Mutia terbayar lunas di lagu terakhir, “Cinta Berawan”. Penampilannya di lagu ini pecah banget! Semua dewan juri, termasuk Soimah yang awalnya kurang puas, akhirnya memberikan tiga standing ovation! Luar biasa! Setelah melewati ujian berat menyanyikan empat lagu (satu duet, tiga solo) tanpa henti, Mutia akhirnya menjadi peserta pertama dari Grup 3 yang diumumkan lolos ke babak berikutnya. Selamat Mutia!

Mojang Priangan Unjuk Gigi

Momen yang ditunggu-tunggu oleh warga Jawa Barat pun tiba. Giliran Salma dari Bandung yang tampil! Sebagai perwakilan dari Kota Kembang, Salma punya beban ekspektasi tersendiri. Ia membawakan dua lagu hits dari Ratu Dangdut lainnya, Rita Sugiarto: “Cinta Segitiga” dan “Lukaku”.

Salma berusaha menampilkan yang terbaik dengan gaya khasnya. Namun, komentar Soimah cukup menohok. Menurutnya, penampilan Salma masih terasa terlalu polos. Ada sesuatu yang kurang, belum ada “gimmick” atau hal yang bisa bikin penampilannya jadi super menarik dan beda dari yang lain. Ini menjadi catatan penting bagi Salma untuk evaluasi.

Tapi jangan salah, Bandung tidak sendirian. Ada satu lagi perwakilan dari Jawa Barat, yaitu Nurul dari Cianjur. Nurul ini punya keunikan, dia bisa main alat musik tradisional kecapi! Soimah punya ide brilliant. Ia meminta Nurul untuk berduet dengan Salma membawakan lagu Sunda! Wah, kebudayaan lokal dibawa ke panggung D’Academy nih!

Salma dan Nurul berduet membawakan lagu “Daun Hiris” yang dipopulerkan oleh Cicih Cangkurileung, diiringi petikan kecapi oleh Nurul. Perpaduan dangdut dan musik tradisional Sunda ini sukses memukau juri. Ketiga dewan juri menyukai penampilan kedua mojang Sunda ini. Ini menunjukkan bahwa dangdut bisa berkolaborasi dengan berbagai genre dan unsur lokal.

Setelah duet Sunda yang manis, giliran Nurul tampil solo. Ia membawakan lagu “Iming Iming” yang juga dari Rita Sugiarto. Nurul terlihat lebih percaya diri. Soimah memberikan komentar positif, menilai bahwa Nurul menunjukkan perkembangan yang sangat bagus sejak audisi pertamanya. Keunikan Nurul dengan kecapinya dan kemampuannya bernyanyi dangdut membuatnya punya nilai tambah.

Kembali ke peserta cowok, Whildan dipanggil lagi ke panggung. Kali ini ia membawakan lagu yang lagi hits, “Seperti Mati Lampu” dari King Nassar. Whildan tampil dengan energi yang pas untuk lagu upbeat ini. Ia berusaha menampilkan sisi entertainernya. Juri memperhatikan kemampuannya berinteraksi dengan musik dan panggung.

Selanjutnya, Suchy dari Kolaka yang sebelumnya berduet apik dengan Mutia, tampil solo. Ia membawakan lagu “Bunga Bunga Cinta” dari Intan Ali. Suchy menunjukkan kualitas vokal yang stabil, baik saat menyanyikan lagu melow maupun up-beat. Soimah secara khusus memuji konsistensi Suchy dalam membawakan berbagai jenis lagu dangdut. Penampilan solonya ini mengukuhkan posisinya, dan Suchy diumumkan menjadi peserta kedua dari Grup 3 yang berhasil lolos! Dua slot sudah terisi: Mutia dan Suchy.

Peserta terakhir yang tampil adalah Riski dari Prabumulih. Ia membawakan lagu “Sonia” dari Abiem Ngesti dan “Cinta Hitam” dari Meggy Z. Riski sudah memberikan yang terbaik, namun sayang, penampilannya kali ini belum berhasil membuat para dewan juri yakin sepenuhnya. Dewi Perssik memberikan catatan khusus mengenai beberapa detail dalam penampilannya. Dan ya, Riski menjadi peserta pertama dari Grup 3 yang nasibnya diumumkan langsung setelah tampil. Sayang sekali, Riski harus tersenggol malam itu.

Hasil Akhir yang Bikin Deg-degan!

Setelah semua peserta Grup 3 menampilkan kebolehan mereka, tibalah saat-saat paling menegangkan: pengumuman hasil akhir! Dewan juri, Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim, berdiskusi panjang untuk menentukan siapa lagi yang berhak menyusul Mutia dan Suchy ke babak selanjutnya.

Ada empat peserta yang nasibnya belum jelas: Fadli (Gowa), Whildan (Bogor), Salma (Bandung), dan Nurul (Cianjur). Keempatnya punya potensi dan kelemahan masing-masing. Suasana di studio hening, para peserta terlihat tegang menunggu keputusan juri. Keluarga dan pendukung di belakang panggung juga pasti ikut menahan napas.

Setelah diskusi yang intens, dewan juri akhirnya membuat keputusan. Dua nama lagi dipanggil ke depan panggung, yang artinya mereka berhasil mendapatkan tiket emas! Siapa saja mereka?

Peserta yang berhak lolos ke babak berikutnya dari Grup 3 adalah… Whildan dari Bogor dan Nurul dari Cianjur!

DAcademy 7 Grup 3 Final Audition

Ini berarti, dengan sangat berat hati, Fadli dari Gowa dan Salma dari Bandung harus menghentikan langkah mereka di panggung Final Audition D’Academy 7. Keputusan ini memang sulit, tapi itulah kompetisi. Salma, perwakilan Bandung, harus pulang lebih awal. Namun, Nurul dari Cianjur berhasil mempertahankan harapan Jawa Barat di kompetisi ini berkat penampilan dan keunikannya.

Jadi, total ada empat peserta dari Grup 3 yang lolos ke babak selanjutnya:

  • Mutia (Bone Bolango)
  • Suchy (Kolaka)
  • Whildan (Bogor)
  • Nurul (Cianjur)

Sementara itu, Riski (Prabumulih), Salma (Bandung), dan Fadli (Gowa) harus pulang dan berlapang dada. Perjalanan mereka di D’Academy 7 berakhir di sini.

Berikut rekap hasil Grup 3 dalam bentuk tabel sederhana:

Nama Peserta Asal Status di Grup 3
Fadli Gowa Tersenggol
Whildan Bogor Lolos
Riski Prabumulih Tersenggol
Mutia Bone Bolango Lolos
Suchy Kolaka Lolos
Salma Bandung Tersenggol
Nurul Cianjur Lolos

Selamat untuk peserta yang lolos! Perjuangan mereka masih panjang. Bagi yang tersenggol, jangan patah semangat. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan yang lain. Mereka semua sudah menunjukkan bakat terbaiknya di panggung megah D’Academy 7.

Grup 3 sudah selesai bertanding. Masih ada Grup 4, 5, 6, 7, dan 8 yang akan unjuk kebolehan di panggung Final Audition D’Academy 7. Siapa lagi yang akan menyusul para peserta yang sudah lolos? Dukung terus jagoan favoritmu!

Gimana nih komentar kalian tentang hasil Grup 3 semalam? Ada jagoan kalian yang lolos atau justru tersenggol? Share pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya! Jangan lupa kasih semangat buat peserta yang lolos dan yang harus pulang!

Posting Komentar