Polisi Medan Ngaku 'Beli Makan' dari Setoran Judi? Ini Kata Mereka!

Table of Contents

Polisi Medan Setoran Judi

Beberapa waktu lalu, jagat maya dihebohkan sama sebuah video. Video itu nunjukin mobil patroli Polsek Sunggal yang lagi nongkrong di satu lokasi. Nah, narasi yang beredar bareng video itu bikin kaget: dibilangnya, mobil patroli ini lagi ngambil setoran dari lokasi judi! Waduh, beneran nih?

Tentunya, hal ini langsung ditanggepin sama pihak kepolisian. Polsek Sunggal pun cepet-cepet kasih klarifikasi soal video yang bikin heboh itu. Mereka coba lurusin duduk perkaranya biar nggak jadi simpang siur dan bikin masyarakat salah paham. Soalnya, kalau sampe bener polisi terima setoran dari judi, ini kan urusan serius banget yang menyangkut kepercayaan publik.

Klarifikasi dari Polsek Sunggal: Niatnya Cuma Beli Makan

Setelah video itu viral, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak, langsung bergerak cepat. Beliau memanggil personel yang saat itu bertugas dan bawa mobil patroli yang terekam di video. Tujuannya jelas, buat nginterogasi dan denger langsung penjelasan mereka tentang kejadian itu.

Hasil interogasi itu bilang beda banget sama narasi di video. Menurut personel yang bawa mobil patroli itu, mereka ke lokasi tersebut bukan buat ambil setoran, tapi buat beli makan. Jadi, niatnya itu sebenarnya urusan perut aja, nggak ada hubungannya sama kegiatan ilegal kayak perjudian.

Detail Kejadian Menurut Polisi

AKP Budiman Simanjuntak cerita lebih lanjut soal peristiwa itu. Kejadiannya disebut berlangsung pada tanggal 27 Juni 2025. Saat itu, mobil Patroli Polsek Sunggal lagi menjalankan tugas rutin mereka, yaitu patroli di beberapa area yang masuk wilayah hukum mereka.

Personel yang lagi di mobil itu ada dua orang, yaitu Aipda Hariyanto dan Bripka Agus Rumapea. Rute patroli mereka meliputi sekitaran Jalan Bunga Asoka, Jalan Bunga Raya Asam Kumbang, terus ke Desa Tanjung Selamat, dan Desa Sei Beras Sekata. Area-area ini memang berbatasan langsung sama wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan.

Di tengah-tengah patroli itulah, Bripka Agus tiba-tiba ngajak rekannya buat singgah sebentar. Alasannya mau cari makan. Nah, saat itu juga, Bripka Agus langsung bawa mobil patroli itu menuju ke sebuah warung makan. Warung yang dituju adalah warung makan khas Karo yang terkenal, namanya ‘BPK Dalan Kutiga’.

Menurut keterangan polisi, mobil patroli itu langsung masuk ke area warung buat nyari tempat parkir. Tapi, ternyata pas udah masuk, area parkir di situ lagi penuh banget. Karena nggak dapat tempat parkir, Bripka Agus akhirnya mutusin buat batalin niatnya beli makan di situ.

Setelah itu, mobil patroli pun dimundurin buat keluar dari area warung. Proses mundurin mobil ini ternyata dibantu sama petugas parkir yang ada di lokasi. Nah, setelah dibantu keluar, Aipda Hariyanto, sebagai bentuk terima kasih karena udah dibantu, memberikan uang sebesar Rp 5 ribu ke juru parkir tersebut. Uang itu ya murni sebagai ucapan terima kasih aja, bukan kode atau transaksi apa pun yang terkait sama setoran judi.

“Karena dibantu saat mundur, Hariyanto memberikan uang Rp 5 ribu kepada juru parkir. Setelah itu, langsung pergi melanjutkan patroli di wilkum Polsek Sunggal,” jelas AKP Budiman, ngulang lagi kronologis versi mereka. Jadi, setelah ngasih uang parkir itu, mobil patroli langsung cabut dan lanjutin tugas mereka patroli di wilayah hukum Polsek Sunggal.

Polisi Ngaku Nggak Tahu Itu Lokasi Judi

Bagian penting dari klarifikasi ini adalah pengakuan dari personel yang bertugas. AKP Budiman Simanjuntak negasin kalau personel yang lagi patroli saat itu sama sekali tidak mengetahui kalau di lokasi tempat mereka singgah sebentar itu ternyata ada kegiatan perjudian. Mereka ngakunya mampir cuma karena mau beli makan dan nggak ngeh soal adanya praktik judi di situ.

Hal ini cukup krusial, karena kalau memang benar mereka tidak tahu, beda ceritanya dibanding kalau mereka tahu tapi tetap mampir atau bahkan berinteraksi dengan pihak di lokasi judi. Pihak Polsek Sunggal juga nekenin kalau mereka punya komitmen kuat buat memberantas praktik perjudian di wilayah mereka. Jadi, klaim bahwa personel mereka terlibat atau menerima setoran judi itu dibantah keras.

“Personel yang melaksanakan patroli sama sekali tidak mengetahui kalau di lokasi tersebut ada kegiatan perjudian,” kata Budiman, menggarisbawahi poin ini. Ini artinya, menurut versi polisi, kehadiran mereka di sana adalah sebuah kebetulan yang disalahpahami setelah videonya viral dengan narasi setoran judi.

Awal Mula Video Viral

Sebelum klarifikasi ini muncul, seperti yang udah disinggung di awal, video ini beneran bikin heboh di media sosial. Video itu dinilai atau dinarasikan seolah-olah mobil patroli Polsek Sunggal lagi nerima setoran dari lokasi perjudian. Gara-gara narasi ini, video itu pun cepet banget nyebar dan jadi perbincangan hangat.

Menurut pantauan dari sumber aslinya, di video itu memang kelihatan satu unit mobil patroli yang jelas ada tulisan ‘Polsek Sunggal’ di bodinya. Mobil itu lagi diem atau bergerak pelan di satu lokasi yang ramai. Di sekitar lokasi itu kelihatan banyak mobil lain yang parkir, dan juga ada beberapa orang yang lalu-lalang. Suasananya emang kelihatan kayak tempat yang cukup aktif.

Narasi yang nempel di video viral itu bilang kalau kejadiannya ada di belakang salah satu warung kopi. Lokasi spesifik yang disebutin di narasi itu adalah di belakang Warung Kopi Gantang, Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Nah, ini menarik, karena lokasi yang disebutin di narasi video beda sama lokasi warung BPK yang disebutin polisi. Warung BPK Dalan Kutiga itu ada di sekitaran Pajak Melati, sementara narasi video nyebutnya di Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat. Dua lokasi ini kan nggak persis sama.

“Mobil patroli Polsek Sunggal diduga minta setoran di lokasi perjudian yang berada di belakang Warung Kopi Gantang Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat Medan,” begitu bunyi salah satu narasi unggahan yang bikin video itu meledak di medsos. Kata ‘diduga’ di situ memang penting, tapi seringkali di mata publik, dugaan ini cepet banget berubah jadi ‘fakta’ di kolom komentar.

Respons Awal dari Kapolsek

Sebelum klarifikasi resmi dari Kanit Reskrim, Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat, juga udah sempat diwawancarai soal video viral ini. Saat pertama kali dikonfirmasi pada hari Selasa, 1 Juli, beliau bilang akan mengecek informasi video tersebut. Respons awal ini wajar, karena beliau kan pimpinan dan perlu memastikan kebenarannya sebelum memberikan pernyataan. “Saya cek dulu ya,” kata Bambang saat itu.

Dalam respons awalnya, Kompol Bambang juga sempat mengutarakan satu poin penting terkait lokasi yang disebut di narasi video. Beliau bilang bahwa lokasi yang disampaikan di narasi video itu, yaitu di Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat, sebenarnya sudah tidak lagi masuk ke wilayah hukum (wilkum) Polsek Sunggal. Ini bikin pertanyaan baru: kalau lokasinya bukan di wilkum Polsek Sunggal, kok mobil patroli Polsek Sunggal bisa ada di sana?

Meskipun begitu, Kompol Bambang waktu itu mengaku tetap akan mengecek apa tujuan atau kepentingan anggota Polsek Sunggal sampai mobil patrolinya berada di lokasi tersebut, meskipun lokasi itu bukan di wilkum mereka. Beliau belum merinci apakah lokasi yang disebut di video itu memang benar-benar lokasi perjudian atau bukan. Jadi, pada respons awal itu, status lokasi sebagai tempat judi masih abu-abu menurut Kapolsek.

“Untuk TKP bukan masuk wilayah Polsek Sunggal. Saya cek dulu apa kepentingan anggota di sana,” ujar mantan Wakapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) itu saat itu. Pernyataan ini memang menambah kompleksitas pada kasus ini, karena ada gap antara lokasi yang disebut di video (Jalan Bunga Sakura, wilkum Polsek Medan Tuntungan) dan klarifikasi polisi soal niat mereka (ke warung BPK dekat Pajak Melati, yang mungkin masih di atau dekat wilkum Sunggal, atau mungkin perbatasan).

Analisis Situasi: Kenapa Bisa Disalahpahami?

Kejadian ini jadi contoh klasik gimana sebuah video pendek yang diviralkan dengan narasi tertentu bisa menggiring opini publik dengan cepat. Ada beberapa faktor yang mungkin bikin video ini cepet nyebar dan dipercaya narasinya:

  1. Simbol Polisi: Kehadiran mobil patroli dengan tulisan ‘Polsek Sunggal’ adalah simbol otoritas. Melihat simbol ini di lokasi yang dicurigai (atau dituduh) sebagai tempat ilegal seperti judi, langsung memunculkan prasangka buruk.
  2. Narasi Langsung Menuduh: Narasi ‘ambil setoran’ itu sangat provokatif dan sensitif. Ini langsung mengarah pada isu korupsi dan bekingan, yang memang sering jadi sorotan publik terkait penegakan hukum.
  3. Kurangnya Konteks Awal: Saat video pertama kali nyebar, belum ada penjelasan dari pihak kepolisian. Publik cuma punya video dan narasi dari pengunggah. Dalam vakum informasi ini, narasi negatif seringkali lebih mudah dipercaya.
  4. Lokasi yang Diragukan: Klaim polisi bahwa mereka cuma mau beli makan di warung BPK, sementara narasi video menyebut lokasi judi di belakang warkop Jalan Bunga Sakura, menciptakan ketidakcocokan yang bisa menimbulkan keraguan di benak publik. Mana yang bener?
  5. Uang Rp 5 Ribu: Memberikan uang kepada juru parkir, meskipun nilainya kecil, dalam konteks video yang dituduh ‘ambil setoran’, bisa ditafsirkan macam-macam oleh publik. Apakah itu memang murni uang parkir/terima kasih, atau ada makna lain?

Pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Sunggal, berusaha keras meluruskan bahwa kehadiran mereka di sana murni karena urusan pribadi (mau beli makan) dan bukan karena urusan dinas yang terkait dengan lokasi judi tersebut. Mereka juga negasin nggak tahu menahu soal keberadaan judi di sana dan uang Rp 5 ribu itu cuma buat juru parkir.

Namun, di era media sosial, klarifikasi ini perlu dikomunikasikan dengan sangat jelas dan transparan biar bisa meyakinkan publik. Apalagi isu perjudian dan bekingan polisi ini seringkali jadi topik panas yang menggerus kepercayaan masyarakat.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kehati-hatian bagi personel kepolisian dalam bersikap atau berada di lokasi-lokasi yang rentan menimbulkan persepsi negatif, terutama saat mengenakan atribut dinas dan membawa kendaraan dinas. Niat baik seperti mau beli makan pun bisa disalahpahami kalau kebetulan lokasinya berdekatan dengan tempat yang kontroversial atau dicurigai ilegal.

Semoga dengan klarifikasi ini, situasinya jadi lebih jelas dan nggak lagi menimbulkan prasangka yang berlebihan. Pihak kepolisian sendiri mengaku berkomitmen untuk terus memberantas perjudian, dan publik tentu berharap komitmen ini benar-benar terbukti lewat tindakan nyata.

Gimana pendapat kalian soal video viral ini dan klarifikasi dari polisi? Percaya sama penjelasan polisi, atau masih ada yang mengganjal? Yuk, diskusiin di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar