Asing Borong Saham Lagi! IHSG Kebanjiran Rp 3 Triliun, Saham Apa yang Dilirik?

Table of Contents

IHSG Kebanjiran Rp 3 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar gembira datang dari pasar modal Indonesia! Setelah sempat dilanda aksi jual oleh investor asing, kini mereka kembali dengan membawa angin segar. Sepanjang pekan lalu, tepatnya dari tanggal 15 hingga 19 September 2025, investor asing tercatat melakukan net buy yang signifikan, mencapai angka Rp 3,03 triliun. Angka ini tentu saja jadi sinyal positif yang sangat dinantikan setelah pekan sebelumnya mereka justru mencatat net sell jumbo hingga Rp 6,59 triliun.

Kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia ini bukan cuma angka biasa, melainkan cerminan dari meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan pasar modal Tanah Air. Fluktuasi investasi asing memang menjadi salah satu indikator penting bagi kesehatan bursa, mengingat peran krusial mereka dalam menyediakan likuiditas dan mendorong kapitalisasi pasar. Pergerakan modal asing yang positif seringkali berbanding lurus dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sentimen investor secara keseluruhan.

Komposisi Investor Bergeser: Dominasi Asing Kembali

Arus masuk dana asing yang deras ini secara otomatis mengubah peta komposisi investor di pasar modal kita. Jika pada pekan sebelumnya porsi investor domestik sempat mendominasi hingga 64%, kini posisinya berbalik. Investor asing kembali memegang kendali dengan porsi sebesar 55%, melonjak dari posisi sebelumnya yang hanya 36%. Sementara itu, porsi investor domestik kini berada di angka 45%.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa investor asing, yang dikenal dengan gaya investasi jangka panjang dan cenderung lebih sensitif terhadap makroekonomi global serta fundamental perusahaan, mulai melihat peluang menarik di Indonesia. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa valuasi saham-saham di Indonesia dianggap cukup atraktif atau ada prospek pertumbuhan yang kuat di masa depan. Dominasi asing ini, meski positif, juga perlu dicermati agar tidak menimbulkan volatilitas berlebihan jika suatu saat mereka kembali melakukan penarikan dana besar.

Apa Sih yang Bikin Asing Tertarik Lagi?

Pertanyaan besar yang muncul adalah, apa sebenarnya yang membuat asing kembali berburu saham di Indonesia? Ada beberapa faktor yang kemungkinan besar menjadi pendorong utama. Pertama, bisa jadi ada perbaikan sentimen pasar global yang membuat investor lebih berani mengambil risiko di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Stabilitas ekonomi makro Indonesia, termasuk inflasi yang terkontrol dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, juga menjadi daya tarik utama.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang pro-investasi dan reformasi struktural juga turut andil dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Valuasi saham-saham Indonesia yang mungkin dianggap masih di bawah rata-rata dibandingkan dengan negara lain di kawasan juga bisa menjadi magnet. Jangan lupakan pula potensi pertumbuhan sektor-sektor tertentu yang didukung oleh kebijakan hilirisasi atau booming komoditas, yang selalu menjadi incaran investor.

Mengupas Tuntas Saham Pilihan Asing

Investor asing memang punya “selera” tersendiri. Data bursa mencatat, ada beberapa saham yang menjadi target utama akumulasi mereka. Yuk, kita intip saham-saham apa saja yang paling banyak diborong dan mengapa mereka menarik!

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Saham AMMN menjadi primadona dengan pembelian bersih mencapai angka fantastis, yaitu Rp 1,82 triliun. Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan tembaga dan emas, komoditas yang sangat krusial di era transisi energi dan pertumbuhan kendaraan listrik. Permintaan tembaga yang diperkirakan akan terus meningkat secara global untuk infrastruktur energi terbarukan dan baterai kendaraan listrik membuat AMMN menjadi pilihan investasi strategis.

Prospek jangka panjang AMMN terlihat cerah, didukung oleh cadangan sumber daya yang melimpah dan rencana ekspansi yang agresif. Investor asing mungkin melihat potensi pertumbuhan kapitalisasi pasar yang signifikan seiring dengan peningkatan produksi dan harga komoditas global. Perusahaan ini juga diuntungkan dengan posisinya sebagai salah satu pemain kunci di industri pertambangan Indonesia.

2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Tak ketinggalan, saham energi dan tambang lain, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), juga ramai diburu asing dengan total pembelian mencapai Rp 1,67 triliun. BRMS berfokus pada eksplorasi dan pengembangan mineral, khususnya emas dan tembaga. Investasi asing di BRMS bisa jadi indikasi bahwa mereka optimis terhadap potensi cadangan mineral yang dimiliki perusahaan dan juga harga komoditas di masa mendatang.

Sama seperti AMMN, BRMS diuntungkan dari outlook positif sektor pertambangan. Harga komoditas yang stabil atau cenderung naik menjadi katalis kuat bagi kinerja perusahaan. Investor global cenderung mencari aset yang menawarkan hedge terhadap inflasi atau potensi pertumbuhan yang tinggi di sektor-sektor vital seperti pertambangan.

3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Sektor perbankan juga tidak luput dari perhatian asing. Saham bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), diborong asing senilai Rp 1,56 triliun. BBRI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang dikenal kuat dalam segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor perbankan di Indonesia secara umum menunjukkan kinerja yang solid, didukung oleh pertumbuhan kredit dan kualitas aset yang membaik.

BBRI memiliki fundamental yang kuat, didukung oleh jaringan luas hingga pelosok daerah dan inovasi digital yang terus berkembang. Investor asing mungkin melihat BBRI sebagai investasi yang stabil dan memberikan exposure yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Kinerja keuangan yang konsisten dan dividen yang menarik juga seringkali menjadi faktor penentu bagi investor institusi global.

Top 10 Saham Paling Banyak Diborong Asing

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang pekan lalu, 15-19 September 2025:

No. Kode Saham Nama Perusahaan Net Foreign Buy (Rp) Sektor Utama
1 AMMN PT Amman Mineral Internasional Tbk 1,82 triliun Pertambangan (Tembaga, Emas)
2 BRMS PT Bumi Resources Minerals Tbk 1,67 triliun Pertambangan (Emas, Tembaga)
3 BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1,56 triliun Perbankan
4 BRPT PT Barito Pacific Tbk 450,1 miliar Petrokimia, Energi, Properti
5 PTRO PT Petrosea Tbk 306,5 miliar Kontraktor Pertambangan, Energi, Infrastruktur
6 TLKM PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 295,6 miliar Telekomunikasi, Digital
7 NSSS PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk 127,3 miliar Perkebunan Kelapa Sawit
8 DEWA PT Darma Henwa Tbk 111,6 miliar Kontraktor Pertambangan (Batu Bara)
9 CUAN PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk 110,5 miliar Pertambangan Batu Bara, Nikel
10 NCKL PT Trimegah Bangun Persada Tbk 81,7 miliar Pertambangan Nikel (Smelter)

Dari daftar di atas, terlihat jelas bahwa sektor pertambangan mendominasi minat investor asing, dengan berbagai komoditas mulai dari tembaga, emas, hingga nikel dan batu bara. Hal ini sejalan dengan tren global peningkatan harga komoditas dan kebutuhan untuk energi transisi. Sektor perbankan dan telekomunikasi juga tetap menjadi pilihan karena prospek pertumbuhan yang stabil dan fundamental yang kuat.

IHSG Makin Melaju, Transaksi Harian Melonjak!

Dampak dari derasnya aliran dana asing ini langsung terasa pada kinerja pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu berhasil melesat 2,51% atau naik 197,06 poin, menutup pekan di level 8.051,12. Ini adalah level yang cukup impresif, menunjukkan kekuatan dan resilience pasar modal Indonesia. Sepanjang pekan tersebut, IHSG bergerak di rentang 7.889,19 hingga 8.068,01.

Tidak hanya IHSG yang naik, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp 28,55 triliun. Angka ini naik 47,01% dibandingkan dengan pekan sebelumnya, menunjukkan peningkatan aktivitas dan likuiditas pasar yang luar biasa. Sebanyak 42 miliar saham berpindah tangan dalam 2,13 miliar kali transaksi. Ini menandakan bahwa banyak investor, baik domestik maupun asing, yang aktif berpartisipasi dalam perdagangan.

mermaid graph TD A[Global Economic Outlook Improves] --> B(Investor Confidence Rises); B --> C{Valuasi Saham Indonesia Menarik?}; C -- Yes --> D[Foreign Capital Inflow: Net Buy Rp 3,03 Triliun]; D --> E[Komposisi Investor: Asing 55%, Domestik 45%]; D --> F[IHSG Naik 2,51% ke 8.051,12]; D --> G[Nilai Transaksi Harian Melonjak 47,01%]; E & F & G --> H(Market Optimism); C -- No --> I(Foreign Capital Outflow: Net Sell);

Pergerakan saham juga menunjukkan optimisme. Sebanyak 460 saham mengalami kenaikan, 344 saham turun, dan 152 saham tidak bergerak. Yang menarik, ada 345 saham yang naik lebih dari 2%, menunjukkan adanya partisipasi luas di berbagai sektor. Ini bukan hanya tentang beberapa saham unggulan saja, melainkan broad-based rally yang mencakup banyak emiten.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Dengan kembalinya investor asing, prospek pasar modal Indonesia terlihat semakin cerah. Namun, bukan berarti tanpa tantangan. Volatilitas pasar global, kebijakan suku bunga bank sentral dunia, dan perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Pemerintah dan regulator perlu terus menciptakan kebijakan yang stabil dan prediktif untuk menjaga kepercayaan investor.

Untuk investor domestik, momen ini bisa menjadi peluang sekaligus pengingat untuk terus berinvestasi dengan analisis yang matang. Peningkatan transaksi dan partisipasi asing menandakan pasar yang lebih dinamis, namun juga memerlukan kewaspadaan terhadap potensi koreksi. Diversifikasi portofolio dan pemahaman fundamental perusahaan tetap menjadi kunci untuk meraih keuntungan optimal.


Bagaimana menurut kalian, apakah kembalinya asing ini pertanda bullish yang panjang untuk IHSG? Saham mana yang jadi incaran kalian? Yuk, diskusikan di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar